Waka kesiswaan MAN 1 Yogyakarta, Suprasetiyono mengatakan Fadil memang siswa yang unik. Bagaimana tidak, dia sebenarnya belajar di kelas IPA namun untuk olimpiade justru mengambil IPS yaitu Geografi. Padahal di kelas IPA, pelajaran Geografi yang diberikan secara sekilas.
"Unik memang bocah ini. Kelasnya IPA tapi olimpiadenya IPS," ujar dia.
Fadil sendiri mengaku bahagia bisa diterima di 5 universitas luar negeri. Dia mengaku masih kebingungan menentukan pilihan universitas mana yang nanti akan menjadi tempatnya belajar. Namun dia cenderung ingin meneruskan studi di Kanada.
"Orangtua cukup positif tapi jadi beban pikiran karena banyak pilihan. Di satu sisi kok di luar negeri, kalau bisa di dalam negeri. Tapi sekarang bagaimana seandainya di luar, orangtua tidak apa-apa. Coba dipertimbangkan ulang," terang bocah yang tinggal di dusun Mlati Beningan, Kelurahan Sendangadi Kapanewon Mlati Sleman ini.
Dia mengaku memang belajar sangat keras untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Karena dia sering belajar hingga 10 jam dalam sehari, tidak jarang dia harus bergadang hingga pukul 01.00 dinihari untuk berlatih soal Geografi baik berbahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
(Natalia Bulan)