Najib yang juga Guru Besar IPB ini, agribisnis di era masyarakat 5.0 adalah agribisnis yang berpusat pada kesejahteraan dan kebahagiaan petani, berorientasi pada keberlanjutan dan harus memiliki ketangguhan.
“Masyarakat Australia misalnya, saat ini mereka sangat memperhatikan apa yang disebut animal welfare. Bayangkan hewan saja harus sejahtera, bagaimana peternaknya? Transaksi yang adil dalam rantai tata niaga pertanian sangat diperhatikan, karena mereka sadar bahwa hal tersebut adalah prasyarat keberlanjutan,” tuturnya.
Sementara, Ketua program studi agribisnis UNHAS, Hatta Jamil, menagtakan kuliah umum ini ditujukan untuk memberikan wawasan baru bagi mahasiswa agribisnis baik S1 maupun S2. Selain itu, saat ini juga merupakan waktu yang tepat untuk meninjau kembali kurikulum di program studi agribisnis UNHAS, sehingga hasil dari kuliah umum dapat menjadi masukan untuk pengayaan kurikulum di waktu yang akan datang.
Kuliah umum yang dihadiri oleh sekitar 400 peserta ini dimoderatori oleh Dr. Muh. Hatta Jamil, SP. selaku Ketua Program Studi Agribisnis UNHAS. Selain mahasiswa, dosen-dosen dari berbagai program studi juga berkesempatan mengikuti kuliah umum. Kuliah umum dilakukan secara hybrid, daring dan luring, sehingga peserta dari luar UNHAS juga dapat mengikuti kegiatan kuliah umum secara luring.
(Angkasa Yudhistira)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik