Share

Dosen FIB UNS Paparkan Upaya Penyelamatan Naskah Kuno dalam Bimtek Konservasi Naskah di Sumbar

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 65 2752050 dosen-fib-uns-paparkan-upaya-penyelamatan-naskah-kuno-dalam-bimtek-konservasi-naskah-di-sumbar-H7sR0ls3EY.jpeg Dosen FIB UNS Asep Yudha Wirajaya, M.A./Istimewa

 

SOLO - Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asep Yudha Wirajaya, M.A. memaparkan upaya penyelamatan naskah kuno.

Materi tersebut disampaikan dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Konservasi Naskah di Sumatera Barat yang berlangsung pada Sabtu-Minggu (21-22/1/2023) di Padang Panjang, Sumatera Barat.

Bimtek tersebut diselenggarakan oleh Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) dengan dukungan Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kegiatan ini juga turut didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dalam materinya, Asep Yudha memaparkan langkah-langkah digitalisasi sebagai upaya penyelamatan naskah kuno.

 BACA JUGA:Sosiolog UNS: Permainan Lato-Lato Berfungsi sebagai Perekat Hubungan Sosial

“Naskah-naskah kuno kerap dipandang sebelah mata, padahal nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam naskah kuno dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dan informasi. Fungsi naskah kuno antara lain sebagai dokumen bahasa, dokumen sejarah, dan dokumen budaya. Isinya juga sangat beragam, dapat berisi tentang agama, pengobatan, sastra, bahasa, hukum, sosial, politik, dan sebagainya,” jelasnya.

Filolog UNS tersebut juga menjelaskan faktor-faktor yang menjadi tantangan dalam pelestarian naskah.

Follow Berita Okezone di Google News

Beberapa faktor tersebut yaitu rusaknya naskah karena lapuk termakan usia, minimnya inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno, minimnya kajian/riset tentang naskah kuno, terbatasnya jumlah filolog, dan adanya pencurian serta praktik perdagangan naskah, baik dalam maupun luar negeri.

“Terdapat tiga tahap dalam digitalisasi naskah, tahap pertama yaitu membuat versi digital dari manuskrip yang telah ditentukan atau ditemukan. Kemudian, membuat versi e-manuscripts, seperti Keebook, DigiBook, FlipBook, Flip PDF Pro, dan sebagainya. Tahap ketiga yaitu memanfaatkan isi manuskrip untuk kepentingan yang lebih luas,” imbuhnya.

Melalui materi-materi tersebut, Asep Yudha berharap agar peserta dapat mempraktikkan ilmu yang didapatkan untuk menyelamatkan khazanah naskah kuno di daerah rawan bencana.

Selain itu, naskah kuno juga bisa menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan dunia industri kreatif, baik dalam bentuk film animasi, dokumenter, film tari, film dokudrama, teater, batik, dan sebagainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini