Share

Mahasiswa ITS Berkesempatan Ikuti Program Magang di Perusahaan Besar di Inggris

Aan haryono, Koran Sindo · Selasa 24 Januari 2023 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 65 2751990 mahasiswa-its-berkesempatan-ikuti-program-magang-di-perusahaan-besar-di-inggris-Urp6tCeex1.jpeg Mahasiswa ITS berkesempatan kuliah di Inggris/Aan Haryono

SURABAYA - Program Internship Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kini terus bekerja sama dengan Coventry University. Mahasiswa Departemen Manajemen Bisnis ITS berkesempatan mengikuti program magang di beberapa perusahaan besar di Inggris.

Ada tiga mahasiswa dari Departemen Manajemen Bisnis ITS yang mengikuti kegiatan magang kali ini.

Berkat program kerja sama tersebut, ketiganya berhasil mencicipi pengalaman bekerja di sejumlah perusahaan ternama di Inggris.

Antara lain Alodia Shakira Putri di Malone Group, Mohammad Rosyidan Narendra di Mercedes-Benz Parts Logistics, dan Usama Azmil Fathany di Unipart-Jaguar Land Rover.

Alodia mengatakan, pada magang ini dirinya bergabung di dalam tim yang bertanggung jawab untuk merumuskan strategi pemasaran Malone Group.

Ia membeberkan, proyek yang dikerjakan timnya pada program magang tersebut adalah menganalisa perkembangan model harga untuk aplikasi monitoring milik Malone Group.

“Kami menganalisa proyek tersebut dari sisi energi, kesehatan konsumer, komersial, dan farmasi untuk menemukan poin-poin apa saja yang bisa ditingkatkan,” katanya, Selasa (24/1/2023).

Follow Berita Okezone di Google News

Usai menganalisa poin-poin yang bisa dikembangkan dari aplikasi, Alodia dan timnya merumuskan strategi dan merancang anjuran yang relevan sebagai solusi dari kebutuhan aplikasi tersebut.

Timnya juga turut membantu merancang strategi penetapan harga untuk perusahaan tersebut. Dalam merumuskan strateginya, timnya mengolaborasikan dua teknik.

“Kami menggabungkan teknik bundle pricing dan charm pricing,” ucapnya.

Berbeda dengan Alodia yang berkecimpung dalam strategi untuk bisnis, Mohammad Rosyidan Narendra atau yang akrab disapa Nendra ini mengerjakan beberapa proyek yang berkaitan dengan proses analisis dan visualisasi data di gudang Mercedes-Benz.

Nendra pun membeberkan beberapa data yang dikerjakannya, di antaranya Turnover Rate, Inbound, Stock, VOR/EME, Outbound, Total Outbound, Delivery, dan Cross Docking.

Data tersebut perlu dikumpulkan dan divisualisasikan dengan baik. Tujuannya agar pihak manajemen Mercedes-Benz memperoleh gambaran Key Performance Indicators (KPI) gudangnya untuk mengambil keputusan strategis guna memajukan bisnis.

“Saya mencoba menemukan inovasi guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengumpulan data,” ujar Nendra.

Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengumpulan data tersebut, Nendra menggunakan perangkat lunak Power Business Intelligence (Power BI).

Menurut Nendra, penggunaan Power BI dalam dunia bisnis ini dapat menghemat waktu dalam menganalisis data gudang yang memiliki volume besar.

Dalam proyek ini, Nendra berkontribusi dalam menentukan bentuk analisis dan visualisasi data yang paling tepat untuk tiap divisi Mercedes-Benz.

Nendra mencontohkan pada divisi inbound division dan outbond division membutuhkan data keluar masuknya suku cadang.

“Ada juga Main Office yang membutuhkan semua data tiap divisi,” jelasnya.

Sementara itu, Usama Azmil Fathany atau yang akrab disapa Fathan memiliki kontribusi di bidang yang berbeda dari kedua rekannya. Mahasiswa kelahiran Ponorogo tersebut bergabung dengan Sustainability Team di Unipart-Jaguar Land Rover.

“Di sana, tim saya berperan untuk mengembangkan sistem pengemasan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Fathan menuturkan bahwa mengembangkan sistem pengemasan yang berkelanjutan di Unipart ini bukanlah hal yang mudah. Hal itu disebabkan oleh keadaan sustainability Unipart yang sudah menginjak angka 97 persen.

“Saya dan tim memulai dengan mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi dalam operasi bisnis yang tengah berjalan di Unipart,” katanya.

Usai melakukan hal tersebut, ia dan timnya melanjutkan dengan melakukan kunjungan ke salah satu gudang di Unipart. Pada kunjungan tersebut, mereka meneliti operasi bisnis yang sedang berjalan dan menentukan variabel apa saja yang bisa dikembangkan.

“Setelah penelitian, akhirnya kami menyarankan Unipart untuk menggunakan paper tape alih-alih plastic tape dalam proses bisnis mereka. Kami juga menganjurkan strategi bisnis dalam operasi mereka,” katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini