Share

Mahasiswa UNY Meninggal Karena Kesulitan Bayar UKT, Pemerintah DIY Kaji Lagi Beasiswa untuk yang Membutuhkan

Erfan Erlin, iNews · Minggu 15 Januari 2023 12:13 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 15 65 2746562 mahasiswa-uny-meninggal-karena-kesulitan-bayar-ukt-pemerintah-diy-kaji-lagi-beasiswa-untuk-yang-membutuhkan-DBePo5pBgS.jpg Sekda DIY Kadarmanta Baskoroa Aji/Erfan E

DIY - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskoroa Aji angkat bicara soal mahasiswi UNY yang kesulitan membayar UKT dan akhirnya meninggal usai didiagnosa hipertensi akut.

Aji meminta kepada pihak-pihak tertentu apakah orangtua, teman, dosen mestinya mengkomunikasikan dengan Perguruan Tinggi langsung.

Aji menandaskan pada prinsipnya Rektor juga sudah menyampaikan jika UKT itu dari Rp 500 ribu sampai Rp 6 juta. Sehingga jika mahasiswa tersebut betul-betul tidak mampu tentu bisa saja nanti dilakukan gratis terhadap UKT.

"Jadi saya kira kalau sampai ada mahasiswa yang seperti ini harus diantisipasi," tandas dia di kompleks Kepatihan Jumat (14/1/2023).

Menurut Aji, mahasiswa yang bersangkutan itu sebenarnya berkomunikasi melalui surat juga bisa dilakukan, atau bisa lewat manapun atau ke langsung ke perguruan tinggi, ke orangtuanya bahkan ke pihak lain yang bisa membantu juga dapat dilakukan.

Peristiwa ini tentu sudah menjadi perhatian dari pemerintah daerah. Sehingga dengan kasus ini ia berharap tidak terulang lagi.

Follow Berita Okezone di Google News

Dia meminta kepada seluruh mahasiswa yang ada di Jogja, jika ada kesulitan seperti itu maka dikomunikasikan dengan perguruan tinggi

"Jangankan kok itu ya lha wong mahasiswa asal Cianjur saja yang ada di sini kita berikan bantuan gitu kan Nah ini saya kira jadi perhatian kita itu menjadi urusan negara," tandasnya.

Dia juga meminta kepada rektor dan civitas lainnya untuk mencari kebenaran informasi tersebut kemudian mencari solusi supaya kasus ini tidak terulang kembali. Sehingga memang harus ada evaluasi menyeluruh berkaitan dengan hal tersebut.

Aji menambahkan sudah sekitar 2 atau 3 tahun ini pemerintah DIY tidak lagi menyiapkan beasiswa untuk mahasiswa kecuali untuk beasiswa mahasiswa akademi komunitas. Hal itu dilakukan karena memang ada kewenangan.

" Ada kewenangan berkelanjutan tapi kalau memang nanti diperlukan maka teman-teman Dinas Pendidikan melakukan analisis terhadap hal ini,"kata dia.

Aji menandaskan jika beasiswa tersebut dibutuhkan maka pemerintah DIY bisa kembali memprogramkan kembali beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu. Aji beralasan pemerintah menghentikan program beasiswa untuk mahasiswa miskin karena urusan kewenangan saja

Ketika pemerintah DIY hanya berkonsentrasi di kewenangan mereka yaitu di tingkat SMA SMK. Kemudian untuk kabupaten kota kewenangannya di tingkat SD dan SMP. Lantas perguruan tinggi harapannya tentu bisa dicukupi oleh pemerintah pusat.

"Ya tapi kalau memang nanti biar saja Ini masalah punya pendidikan untuk menganalisis kalau memang dibutuhkan dan kemampuan Pusat juga masih terbatas saya kira bisa saja kita hidupkan kembali,"tambahnya

Dulu, masing-masing perguruan tinggi mendapatkan alokasi atau jatah berapa mahasiswa yang bakal menerima beasiswa. Karena masing-masing kampus memiliki skala prioritas untuk mahasiswa miskin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini