JAKARTA – Badai merupakan peristiwa alam yang sering terjadi di belahan bumi bagian utara dan selatan.
Namun, badai tidak terjadi di daerah khatulistiwa. Mengapa demikian? Menurut para ahli, badai tidak terjadi di daerah khatulistiwa karena adanya efek Coriolis.
BACA JUGA:Usai Badai Musim Dingin, Eropa Catat Suhu Panas Paling Tinggi pada Januari 2023
Efek Coriolis merupakan efek yang terjadi akibat rotasi bumi terhadap pola cuaca dan arus laut sehingga membelokkan arah arus.
Hal ini membuat benda-benda di udara, seperti pesawat atau arus yang menempuh jarak jauh dengan mengelilingi bumi akan bergerak pada kurva yang berlawanan dari garis khatulistiwa.
Efek Coriolis ditemukan oleh matematikawan Prancis Gaspard Gustave de Coriolis pada abad ke-19.
Mengutip dari National Geographic, kunci dari efek Coriolis ada pada rotasi bumi. Dikarenakan bumi berputar lebih cepat di garis Khatulistiwa daripada di kutub.