Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah Penemuan Himpunan, Awalnya Tak Dianggap Penting

Insan Kamil Rizqilillah , Jurnalis-Kamis, 08 Desember 2022 |12:50 WIB
Sejarah Penemuan Himpunan, Awalnya Tak Dianggap Penting
Ilustrasi/Wikipedia
A
A
A

JAKARTA - Orang pertama yang menemukan teori himpunan adalah seorang matematikawan asal Jerman keturunan Yahudi, yakni Georg Cantor.

Saat teori himpunan diperkenalkan pertama kalinya oleh Georg Cantor, tak banyak matematikawan yang melihat seberapa penting teori tersebut.

Namun, saat ini teori himpunan digunakan sebagai dasar untuk mempelajari matematika modern.

Ayah dari Georg Cantor, Georg Waldemar Cantor, adalah seorang pedagang yang berhasil bekerja sebagai agen wholesaling di jalan Petersburg, yang kelak makelar pasar bursa di jalan Petersburg.

Georg Waldemar Cantor lahir di Denmark dan dia seorang pria yang sangat cinta dengan budaya dan seni.

Ibur dari Georg, Maria Anna Bohm, adalah orang Rusia yang sangat tertarik pada musik.

Setelah melalui pendidikan awal di rumah dari guru pribadinya, Cantor bersekolah di suatu sekolah dasar yang berada di jalan Petersburg.

Kemudian pada tahun 1856, saat di usianya yang sebelas tahun keluarganya pindah ke Jerman.

Pada awalnya mereka hidup di Wiesbaden, kemudian mereka pindah ke Frankfurt. Cantor belajar di Darmstadt hingga lulus pada tahun 1860 dengan keahlian luar biasa di bidang matematika, khususnya trigonometri.

Setelah dari Darmstadt dia masuk ke politeknik di Zurich hingga tahun 1862.

Pada tahun 1862 Cantor meminta izin kepada sang ayah untuk belajar matematika di suatu universitas dan dia sangat bergembira ketika akhirnya sang ayah mengizinkannya.

Namun, karena kematian ayahnya pada Juni 1963 dia harus mengakhiri belajarnya di Zurich. Cantor akhirnya memutuskan untuk pindah ke universitas Berlin dan di mana dia berteman dengan Hermann Schwarz.

Setelah menerima gelar doktornya pada tahun 1867, kemudian Cantor mengajar di Berlin. Pada tahun 1869, Cantor menyajikan tesisnya tentang teori bilangan.

Pada tahun 1873 di umurnya yang 28 tahun, Cantor mengemukakan teorinya. Selama 10 tahun lamanya ia terus menerus menyebarluaskan teorinya dalam bentuk tulisan-tulisannya.

Teori himpunan dan konsep Bilangan Transfinit-nya telah menggemparkan dunia matematika. Tetapi, penemuannya tersebut tidak menguntungkan dirinya.

Pasalnya, ia mendapatkan tantangan hebat dari para ahli matematika pada waktu itu, terutama dari gurunya, yakni Kronecker. Akan tetapi penemuan Cantor hingga saat diterima oleh hampir seluruh orang di dunia.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement