Share

Sejarah Panjang Kartu Pos yang Punya Ciri Khasnya Sendiri

Salma Sita Rosulina, Okezone · Senin 05 Desember 2022 13:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 624 2720771 sejarah-panjang-kartu-pos-yang-punya-ciri-khasnya-sendiri-I4zFQFw23e.jpg Ilustrasi/Daily Mail

JAKARTA - Di era digital seperti sekarang mungkin kartu pos merupakan sesuatu yang sangat asing dan terlupakan, namun perlu kita ketahui sebelum zaman serba modern seperti sekarang surat menyurat merupakan media komunikasi yang tidak dapat dipisahkan.

Kartu pos merupakan salah satunya, memiliki ciri khas yang berbeda pada setiap negaranya kartu pos merupakan media komunikasi yang cukup digemari karena terdapat simbol yang ber variasi.

Oliver Johannes Raap seorang penulis sejarah yang membuat buku kumpulan kartu pos Hindia-Belanda yang berjudul Pekerdja di Jawa Tempe Doeloe.

Dalam bukunya menggambarkan bagaimana kondisi hindia Belanda melalui gambar dalam media kartu pos.

Kartu pos pertama diterbitkan di Indonesia oleh pos negara pada tahun 1874 memiliki ukuran sekitar 9x13cm, namun pada pertama dikenalkan kartu pos tidak memiliki gambar terdapat sisi kosong di salah satu sisinya untuk menulis surat dan sisi yang satunya lagi untuk menulis alamat dan perangko yang sudah tercetak.

Sehingga si pengirim tidak perlu lagi membeli perangko karena harga kartu pos sudah include dengan biaya pengirimannya.

Follow Berita Okezone di Google News

Seiring berkembangnya zaman pada tahun 1980an kartu pos bergambar mulai trend namun kartu pos tersebut diterbitkan secara pribadi.

Sebelum 1906 pad sisi kartu untuk menulis alamat hanya di peruntukan untuk menulis alamat saja tidak boleh di tambahi dengan tulisan yang lain hal ini di atur dalam peraturan Union Postale Universelle (UPU).

Setelah tahun 1906 seiring berkembangnya zaman kartu pos memiliki sisi yang di bagi dua bagian.

Sisi sebelah kanan diperuntukkan untuk alamat dan sisi sebelah kiri untuk surat.

Sehingga gambar dapat mendominasi seluruh sisi bagian surat tanpa ada space kosong untuk tulisan.

Pada zaman itu proses cetak kartu pos masih menggunakan litografi.

Litografi ini adalah sebuah metode cetak dengan menggunakan permukaan licin dan juga sebuah metode untuk membuat semikonduktor juga peralatan MEMS.

Gambar kartu pos kebanyakan diambil dari foto namun pada saat itu foto masih berwarna hitam - putih.

Jika ingin menggunakan foto berwarna biasanya diproduksi secara manual dengan cara diwarnai menggunakan kuas halus

Pada era 1920an kartu pos dengan gambar foto hitam putih dapat langsung dicetak dari klise foto.

Namun biaya yang dikeluarkan yang cukup mahal, dan pada tahun 1950an kartu pos foto mulai tergantikan oleh kartu pos cetak.

Judul pada kartu pos biasanya menggunakan bahasa Belanda, Inggris, dan Melayu yang terletak pada sisi gambar tak jarang juga pada sisi alamat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini