2. 12179 Taufiq
Ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld, asteroid 12179 Taufiq juga ada pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.
Nama Taufiq diambil dari astronom Indonesia, yakni Taufiq Hidayat. Ia adalah profesor di Institut Teknologi Bandung, dan direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 2006-2009.
3. 12178 Dhani
Nama asteroid 12178 Dhani diambil dari Astronom dan fisikawan Matahari (Solar physics) asal Indonesia, Herdiwijaya Dhani. Direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 2004-2005 ini dikenal lantaran karyanya tentang binari, aktivitas magnetik matahari dan pengaruhnya terhadap cuaca dan iklim.
Sama halnya dengan asteroid 12179 Taufiq, asteroid ini juga ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.
4. 12177 Raharto
Bersamaan dengan dua asteroid sebelumnya, asteroid 12177 Raharto pertama ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.
Nama Raharto pada asteroid ini diambil dari nama Astronom Indonesia, Moedji Raharto. Dosen senior di Institut Teknologi Bandung (ITB), ini dikenal sebagai pakar struktur Galaksi, berdasarkan katalog Sumber Hipparcos dan IRAS-Point.