5. 12176 Hidayat
Sama halnya dengan tiga asteroid sebelumnya, asteroid 12176 Hidayat ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.
Nama asteroid ini diambil dari nama Bambang Hidayat yang merupakan promotor aktif astronomi di Indonesia. Ia dikenal lantaran karyanya tentang biner visual dan bintang garis emisi H. Bambang juga sempat menjabat sebagai direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 1968-1999 dan wakil presiden di Persatuan Astronom Internasional (IAU) selama 1994-2000.
6. Asteroid 5408 Thé
Nama asteroid satu ini diambil dari nama Thé Pik Sin, yang pernah menjabat sebagai kepala Observatorium Bosscha dari 1959-1968. Nama Thé sendiri diberikan sebagai bentuk penghargaan pada Thé Pik Sin pada ulang tahunnya yang ke-65.
Asteroid itu ditemukan oleh C.J van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld, pasangan astronom dari Universitas Leiden Belanda dan T Gehrels, Observatorium Palomar.
Itulah 6 astronom Indonesia yang namanya diabadikan di asteroid yang tak banyak orang ketahui.
(RIN)
(Rani Hardjanti)