Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Astronom Indonesia yang Namanya Diabadikan di Asteroid

Asthesia Dhea Cantika , Jurnalis-Kamis, 01 Desember 2022 |09:49 WIB
6 Astronom Indonesia yang Namanya Diabadikan di Asteroid
Ilustrasi (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA- Enam Astronom Indonesia yang namanya diabadikan di asteroid memang menarik untuk dibahas.

Diketahui ada beberapa orang Indonesia yang berprofesi sebagai astronom. Uniknya lagi, nama-nama astronom tersebut bahkan diabadikan menjadi nama asteroid yang ditemukannya.

Melansir dari akun Instagram Observatorium Bosscha, berikut ini enam nama astronom Indonesia yang diabadikan sebagai nama asteroid.

1. 12937 Premadi

Ditemukan pada 24 September 1960 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld, asteroid 12937 Premadi ada pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.

Premana W. Premadi sendiri adalah astronom di Observatorium ITB Bosscha, juga seorang pakar kosmologi dan guru astrofisika teoretis. Sejak 2005, ia menjadi anggota Tim Internasional Universe Awareness (UNAWE).

 .

2. 12179 Taufiq

Ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld, asteroid 12179 Taufiq juga ada pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.

Nama Taufiq diambil dari astronom Indonesia, yakni Taufiq Hidayat. Ia adalah profesor di Institut Teknologi Bandung, dan direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 2006-2009.

3. 12178 Dhani

Nama asteroid 12178 Dhani diambil dari Astronom dan fisikawan Matahari (Solar physics) asal Indonesia, Herdiwijaya Dhani. Direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 2004-2005 ini dikenal lantaran karyanya tentang binari, aktivitas magnetik matahari dan pengaruhnya terhadap cuaca dan iklim.

Sama halnya dengan asteroid 12179 Taufiq, asteroid ini juga ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.

4. 12177 Raharto

Bersamaan dengan dua asteroid sebelumnya, asteroid 12177 Raharto pertama ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.

Nama Raharto pada asteroid ini diambil dari nama Astronom Indonesia, Moedji Raharto. Dosen senior di Institut Teknologi Bandung (ITB), ini dikenal sebagai pakar struktur Galaksi, berdasarkan katalog Sumber Hipparcos dan IRAS-Point.

5. 12176 Hidayat

Sama halnya dengan tiga asteroid sebelumnya, asteroid 12176 Hidayat ditemukan pada 16 Oktober 1977 oleh C. J. van Houten dan I. van Houten-Groeneveld pada pelat Palomar Schmidt yang diambil oleh T. Gehrels.

Nama asteroid ini diambil dari nama Bambang Hidayat yang merupakan promotor aktif astronomi di Indonesia. Ia dikenal lantaran karyanya tentang biner visual dan bintang garis emisi H. Bambang juga sempat menjabat sebagai direktur Observatorium Bosscha di Lembang selama 1968-1999 dan wakil presiden di Persatuan Astronom Internasional (IAU) selama 1994-2000.

6. Asteroid 5408 Thé

Nama asteroid satu ini diambil dari nama Thé Pik Sin, yang pernah menjabat sebagai kepala Observatorium Bosscha dari 1959-1968. Nama Thé sendiri diberikan sebagai bentuk penghargaan pada Thé Pik Sin pada ulang tahunnya yang ke-65.

Asteroid itu ditemukan oleh C.J van Houten dan Ingrid van Houten-Groeneveld, pasangan astronom dari Universitas Leiden Belanda dan T Gehrels, Observatorium Palomar.

Itulah 6 astronom Indonesia yang namanya diabadikan di asteroid yang tak banyak orang ketahui.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement