Share

Sejarah Singkat Reog Ponorogo Serta Keunikan Tariannya,Berasal dari Kerajaan

Rina Anggraeni, Okezone · Kamis 24 November 2022 19:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 624 2714112 sejarah-singkat-reog-ponorogo-serta-keunikan-tariannya-berasal-dari-kerajaan-qgS0LLfU23.jpg Ilustrasi (Foto: Wonderful Madiun)

JAKARTA- Sejarah singkat Reog Ponorogo serta keunikan tariannya menarik diulas. Cagar budaya Reog Ponorogo telah tercatat dalam inventarisasi nasional/nomor register: 201300028 pada tahun 2013 dan telah didaftarkan sejak tahun 2010 kemudian diperbarui pada tahun 2022 oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Berikut sejarah singkat Reog Ponorogo serta keunikan tariannya ini berasal ikon budaya yang dimiliki Indonesia. Tarian reog tidak hanya dikenal di kampung halamannya yakni Ponorogo, Jawa Timur, namun sudah kesohor hingga mancanegara.

Sejarah singkat Reog Ponorogo telah menjadi kebanggaan masyarakat turun-temurun. Reog Ponorogo sudah ada lebih dari dua abad. Namun menurut legenda, Reog sudah ada sejak Kerajaan Kediri pada abad XI. Ceritanya tentang lamaran pernikahan dari Prabu Kelanasewandana, raja Wengker dengan Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri.

Legenda ini dianggap versi tertua dari sejarah Reog. Hingga saat ini, legenda Prabu Kelanasewandana masih menjadi salah satu alur cerita pementasan seni Reog di Ponorogo. Alur ceritanya kemudian dikenal dengan pementasan seni Reog versi legenda Bantarangin.

Selain legenda Prabu Kelanasewandana, ada legenda Suryongalam. Dalam legenda ini memperlihatkan sejarah seni pertunjukan Reog pada masa Hindu-Buddha. Versi ini menceritakan seorang Demang Suryongalam dari Wengker bernama Ki Ageng Kutu (nama Desa Kutu, di Kecamatan Jetis diambil dari namanya) yang menggunakan Reog untuk mengkritik pemerintahan Raja Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit (pada abad ke-15).

Raja Brawijaya V dianggap tidak dapat menjalankan tugas kenegaraannya dengan baik karena dominasi permaisurinya. Legenda ini juga menjadi salah satu pilihan jalan cerita seni pertunjukan Reog di Ponorogo. Ada tiga karakter dalam pertunjukan Reog versi Suryongalam, yaitu ganongan, jatilan, dan dadak merak.

Kedua legenda tersebut merupakan petunjuk bahwa seni pertunjukan Reog sudah ada sejak masa Hindu-Buddha. Kesenian tersebut terus dikembangkan hingga masa awal Islam di Jawa oleh Raja Katong (Bathoro Katong) pada akhir abad ke-15.

Dalam versi ini terdapat 4 tokoh yang merupakan modifikasi dari versi Bantarangin yaitu tari kelana, ganongan, jatilan dan tari merak dadakan. Sebelum Bathoro Katong berkuasa, Reog dikenal oleh masyarakat Ponorogo sebagai barongan yang dimainkan oleh para warok. Pada masa pemerintahan Bathoro Katong barongan diubah menjadi reog dan digunakan sebagai media dakwah Islam (menyampaikan risalah Islam). Kata “reog” berasal dari kata “riyokun” yang berarti husnul khatimah (akhir yang baik). Sehingga perjuangan Bathoro Katong dalam menyebarkan Islam di Ponorogo diberkahi oleh Tuhan.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini