Share

Sejarah Panjang Perkembangan Pertelevisian dan Penyiaran di Indonesia

Salma Sita Rosulina, Okezone · Kamis 24 November 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 624 2714055 sejarah-panjang-perkembangan-pertelevisian-dan-penyiaran-di-indonesia-0dpuZLYWFn.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Televisi adalah salah satu media elektronik yang berfungsi sebagai media penyebaran informasi untuk sebagian besar orang di dunia, termasuk di Indonesia.

Indonesia juga mempunyai sejarah panjang tentang perkembangan pertelevisian dan penyiaran televisi.

Menurut sejarah, televisi pertama kali ditemukan oleh orang Skotlandia John Logie Baird pada tahun 1926.

Televisi pertama di Indonesia muncul di Pameran 200 Tahun Kota Yogyakarta yang dibawa oleh Uni Soviet.

Kata televisi berasal dari gabungan 2 kata, yaitu tele dan visio. Tele berasal dari bahasa Yunani yang artinya jauh, sedangkan visio berasal dari bahasa Latin yang artinya penglihatan.

Sehingga dapat didefinisikan bahwa televisi merupakan sebuah alat yang digunakan untuk melihat sesuatu dari jarak jauh.

Televisi di Indonesia pertama kali disiarkan pada 17 Agustus 1962. Kebetulan saat itu bertepatan dengan perayaan Proklamasi ke 17 Republik Indonesia sehingga acara tersebut menyiarkan perayaan HUT RI di keraton dan berlangsung dari pukul 07.30 WIB sampai 11.02 WIB.

Presiden Soekarno juga pernah berperan penting dalam perkembangan pertelevisian di Indonesia.

Beliau meluncurkan stasiun TV pertama di Indonesia yaitu Televisi Republik Indonesia (TVRI) di tanggal 24 Agustus 1962.

Pada hari yang sama, TVRI langsung menyiarkan pembukaan Asian Games ke 4. Yang dimana, Asian Games tersebut digelar di Senayan, Jakarta.

Lalu pada 20 Oktober 1963, pemerintah megeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang menetapkan yayasan TVRI sebagai badan yang mengatur pertelevisian.

Pada tahun 1963 sampai 1976, TVRI membentuk stasiun televisi di beberapa kota besar seperti Palembang, Makassar, Balikpapan, Yogyakarta, dan Medan.

Sebagai stasiun TV pertama, sebelumnya TVRI hanya menyiarkan program dengan format hitam putih di 12 stasiun TV dan 8 studio produksi.

Hingga pada 1 September 1979, TVRI lokal dan nasional memperkenalkan siaran berwarna.

Saat itu TVRI sebagai satu-satunya saluran TV di Indonesia dan program-programnya memenuhi kebutuhan tontonan publik seperti program berita, olahraga, hiburan, acara pemerintah hingga acara sidang dewan rakyat.

Akan tetapi, nyatanya TVRI tidak mampu menjangkau program-program yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Kabinet Pembangunan ke-5 dibawah presiden Soeharto sudah membuka pintu utnuk pendiri stasiun TV swasta lain yang menampung negara-negara tetangga, seperti Filipina, Thailand dan Malaysia yang telah berhasil mengoperasikan stasiun-stasiun TV.

Hingga pada tanggal 24 Agustus 1989, Bambnag Trihatmojo mendirikan stasiun TV swasta pertama di Indonesia yang bernama Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI).

Saat itu, RCTI mampu mewujudkan rencana tersebut dengan siaran program televisi kedua di Indonesia.

Kemudian pada 24 Agustus 1990, berdirilah stasiun televisi ketiga di Indonesia yang bernama Surya Citra Televisi (SCTV) yang didirikan oleh Sudwikatmono.

Di samping itu, pada tanggal 23 Januari 1991 tercipta lagi stasiun televisi baru yang bernama Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang sekarang berubah menjadi MNCTV.

Kemudian Departemen Penerangan memberi izin kepada enam perusahaan untuk mendirikan perusahaan televisi swasta seperti Indosiar dan ANTV pada oktober 1992.

Kemudian 7 tahun setelah berdirinya berbagai stasiun TV swasta, terdapat 14 pelamar yang diterima oleh Departemen Penerangan namun hanya 5 stasiun TV yang dipilih dan mendapat izin penyiaran.

5 stasiun TV tersebut adalah TV7, Metro TV, Lativi, TransTV dan Global TV. Dan kini Indonesia mempunyai 15 saluran TV nasional, yaitu Net, iNews, RCTI, Indosiar, TVRI, SCTV, tvOne, Metro TV, ANTV, Trans TV, Trans 7, RTV, Kompas TV, MNC TV dan GTV.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini