Share

Pengertian Evolusi Menurut Para Ahli, dari Plato hingga August Weismann

Aryo Hadi Wibowo, Okezone · Kamis 24 November 2022 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 624 2714036 pengertian-evolusi-menurut-para-ahli-dari-plato-hingga-august-weismann-oZ6CjiphGJ.jpg Plato/Britannica

JAKARTA - Pengertian evolusi menurut para ahli akan dibahas pada artikel Okezone.com kali ini. Evolusi adalah perubahan (pertumbuhan dan perkembangan) secara bertahap dan perlahan atau sedikit demi sedikit.

Secara harfiah dapat diartikan sebagai perubahan perlahan lahan. Evolusi ini terjadi secara alam maupun secara logika dari pengertian tentang genetika.

Banyak para ahli yang menyumbangkan pemikiran tentang teori evolusi. Berikut pengertian evolusi menurut para ahli.

Plato (427-347 SM)

Plato percaya pada dunia, yakni dunia yang ideal dan abadi serta dunia maya yang tidak sempurna. Kedua dunia itu dapat dipahami dengan menggunakan indera manusia.

Plato mengatakan, evolusi akan mengubah dunia yang organismenya sudah ideal dan beradaptasi sempurna dengan lingkungan.

Aristoteles (384-322 SM)

Aristoteles menganut teori skala alami. Teori yang dicetuskan Aristoteles bahwa semua bentuk kehidupan disusun menurut suatu skala atau tangga yang kompleksitasnya meningkat ke atas.

Menurut Aristoteles, setiap bentuk kehidupan makhluk hidup mempunyai suatu tangga dengan anak tangga masing-masing yang ada pada tingkatan berbeda.

Jean Baptise de Lamarck

Ada 2 gagasan utama, yakni gagasan pertama berkaitan dengan bagian tubuh yang digunakan dan tidak digunakan oleh makhluk hidup.

Dengan gagasan ini, Jean menganggap bahwa bagian tubuh yang terus-menerus dipakai makhluk hidup dalam menghadapi lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan lebih kuat dibandingkan anggota tubuh yang digunakan.

Kedua, berkaitan dengan pewarisan sifat atau ciri-ciri yang diperoleh makhluk hidup dalam beradaptasi dengan lingkunganya. Pewarisan sifat atau ciri inilah yang memodifikasi organisme yang diperolehnya selama hidupnya.

Contohnya, jerapah yang disebut berleher pendek, tapi karena lehernya terus menerus menjulur untuk mendapatkan daun di pohon yang tinggi, jerapah mulai menjadi panjang.

Leher panjang inilah yang diwariskan keturunanya.

Charles Robert Darwin (1809-1882)

Menurut Darwin evolusi terjadi melalui proses seleksi alam. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan alam dapat bertahan hidup.

Sementara makhluk hidup yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan alam tidak akan bertahan hidup atau mati.

Alfred Russel Wallace (1823-1913)

Teori ini merupakan perkembangan suatu teori seleksi alam yang dikemukakan oleh Charles Darwin. Pemikiran Russel Wallace didapat dari hasil ekspedisi di Malaysia, Borneo (Kalimantan), Sulawesi, dan Maluku.

Hasilnya, bahwa fauna di Indonesia Barat berbeda dengan Indonesia Timur. Wallace dan Darwin berpendapat awaknya jerapah memiliki variasi leher, ada yang panjang dan pendek.

Hasilnya seleksi alam diuntungkan jerapah yang berleher panjang. jerapah yang mempunyai leher panjang mewariskan keturunanya dari generasi ke generasi.

August Weismann

Teori August Weismann berisikan perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan pada keturunanya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen lewat sel-sel kelamin.

Ini bermakna jika evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam pada faktor-faktor genetik. Ia membuktikan lewat seekor tikus.

Ketika ia mengawinkan dua tikus yang masing-masing ekornya dipotong selanjutnya anak-anak tikus yang sudah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya anak-anak tikus berekor.

Ia melakukan eksperimen itu hingga 21 generasi tikus dan hasilnya sama.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini