Share

ITS Gelar Lokakarya untuk Wujudkan Lingkungan Bebas Kekerasan Seksual

Tim Okezone, Okezone · Rabu 23 November 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 65 2713132 its-gelar-lokakarya-untuk-wujudkan-lingkungan-bebas-kekerasan-seksual-0M3NJLoYCj.jpeg ITS galakkan lokakarya untuk wujudkan lingkungan bebas kekerasan seksual/Dok. ITS

Untuk mendukung penjelasannya, Riza menyebutkan beberapa contoh sederhana kasus kekerasan seksual.

“Mulai dari siulan, godaan, bahkan pujian yang membuat seseorang merasa tak nyaman dapat digolongkan sebagai kekerasan seksual,” ujarnya.

Alumnus Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya tersebut melantaskan bahwa kekerasan seksual merupakan kejahatan luar biasa. ”Fenomena ini dapat memberikan dampak buruk terhadap korbannya, baik secara psikologis, emosional, maupun fisik,” terang Riza.

Psikolog klinis tersebut menambahkan, pelaku kekerasan didominasi oleh orang-orang terdekat korban atau yang memiliki relasi kuasa terhadap korban.

“Sungguh disayangkan bahwa umumnya, pelaku merupakan laki-laki yang memiliki hubungan dekat dengan korban, baik itu ayah, suami, ataupun kerabat,” tukas Riza.

Berdasarkan motifnya, Riza membagi jenis kekerasan seksual menjadi tiga, yaitu child grooming, pedofilia, dan kekerasan profesional.

Child grooming merupakan upaya kekerasan seksual yang dilakukan pelaku terhadap korban dengan membangun kepercayaan pada korban maupun keluarga korban.

“Ini salah satu kejahatan yang sulit diidentifikasi oleh korban, karena niat jahatnya yang tak kasat mata,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Riza menerangkan bahwa pedofilia merupakan bentuk kejahatan dan kekerasan seksual ketika pelaku memiliki fantasi seksual pada anak-anak dibawah umur atau pra-puber.

Follow Berita Okezone di Google News

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini