Share

Ahli ITB Sebut Megathrust Laut Selatan Jawa Barat Masuk Periode Perulangan

Arif Budianto, MNC Portal · Senin 14 November 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 14 65 2707173 ahli-itb-sebut-megathrust-laut-selatan-jawa-barat-masuk-periode-perulangan-6dbPhZvBI2.jpg Ilustrasi/Okezone

BANDUNG - Kepala Laboratorium Geodesi ITB yang juga Kepala Bidang Kebencanaan IA ITB Heri Andreas menyebut, bencana megathrust laut selatan Jawa Barat telah memasuki periode perulangan.

Masyarakat diminta waspada atas potensi bencana yang mungkin terjadi, terutama tsunami.

"Kalau secara pemodelan menunjukkan, kita-kira saat ini sampai 30 tahun ke depan adalah periode perulangan gempa (megathrust) laut selatan Jawa Barat," jelas Heri, Senin (14/11/2022).

Hal itu disampaikan Heri menanggapi rentetan gempa bumi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Jawa Barat.

Mulai dari gempa di Sukabumi, Garut, Purwakarta, Bandung, hingga sekitar Cilacap (Jawa Tengah).

Kendati saat ini telah masuk periodisasi pengulangan gempa megathrust, namun Andreas tidak bisa memastikan kapan bencana tersebut akan terjadi.

Karena, hingga saat ini belum ada bidang keilmuan atau teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa bumi bakal terjadi.

Follow Berita Okezone di Google News

"Kita tidak tahu kapan, apakah besok, bisa bulan depan, atau tahun depan atau 30 tahun lagi. Kita hanya bisa bicara range antara saat ini hingga 30 tahun ke depan, " jelas dia.

Namun, para ahli bisa melihat periodisasi tersebut berdasarkan sejarah kejadian serupa ratusan tahun lalu.

Tanda-tanda megathrust juga bisa didapat dari gempa gempa kecil dan gempa gempa yang lebih kecil berupa tremor. S

ecara teori, gempa yang terjadi di Jabar secara berurutan terkait dengan megathrust. Bentuknya melepaskan energi skala kecil atau mengaktifkan sesar di sekitarnya.

"Tentunya kita semua harus selalu waspada. Terutama yang tinggal dekat dengan sesar dan juga yang tinggal di pesisir Pantai. Karena gempa di megathrust bisa diiringi tsunami, " tambah dia.

Diketahui, potensi bencana megathrust terus disampaikan sejumlah peneliti. Bencana ini disebabkan oleh gempa bumi pertemuan antara lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda.

Tumbukan ini diprediksi menimbulkan tsunami dengan ketinggian lebih dari 34 meter. Potensi bencana ini disebut lebih mematikan dari tsunami Aceh.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini