Karena menurutnya, jika karakter itu sudah terbentuk, maka tanpa diperintah anak-anak pasti akan belajar dengan sendirinya.
"Siapa yang paling lama ketemu anak, adalah orang tua. Jadi orang tua saya nyuwun tolong (minta tolong) dibantu (membentuk) karakter anak-anaknya.
Jadi anak itu tanpa diminta (belajar) sudah bergerak sendiri hatinya," katanya.
Eri menyatakan, dengan diberikan pelajaran di sekolah dan PR karakter di rumah, maka itu diharapkannya dapat membentuk kepribadian sang anak.
Terlebih lagi, karakter sang anak ini akan cepat terbentuk ketika turut digerakkan oleh para orang tua mereka.
"Maka saya minta tolong untuk orang tua itu jangan anak ini kalau tidak ada PR tidak mau belajar. Ya berarti salah orang tuanya karena tidak membentuk karakter anaknya. Kalau tidak ada pendidikan karakter, maka PR (akademik) itu hanya untuk anaknya pintar, untuk anaknya tidak nakal, ya tidak seperti itu," jelasnya.