7. Puji usaha
Psikolog Stanford Carol Dweck menemukan bahwa ketika anak-anak dipuji karena kecerdasan mereka (misalnya, “Kamu sangat pintar!”) mereka cenderung tidak bertahan.
Tetapi ketika dipuji atas usaha mereka (misalnya, “Kamu bekerja sangat keras untuk itu! Kerja bagus.”), mereka lebih termotivasi dan bekerja lebih keras.
Untuk mengembangkan ketekunan, pujilah usaha anak Anda, bukan nilai atau nilai mereka.
Tujuannya adalah agar mereka terdorong untuk sukses tanpa motivator asing.
Penelitian menemukan bahwa penguat dangkal sebenarnya dapat mengurangi ketekunan anak-anak.
8. Datang dengan pernyataan positif
Pembicaraan diri yang negatif seperti “Saya tidak bisa melakukannya” atau “Saya tidak cukup pintar” menggagalkan ketekunan.
Bantu anak Anda memilih pernyataan singkat dan positif untuk dikatakan kepada diri mereka sendiri ketika keadaan menjadi sulit.
Ingatkan mereka untuk mengulangi pernyataan itu dengan keras beberapa kali selama beberapa hari sampai mereka dapat mengingat untuk menggunakannya sendiri: “Sesuatu tidak harus sempurna. Saya akan menjadi lebih baik dan lebih baik jika saya terus berusaha.”
9. Mundur dan biarkan mereka mencari tahu
Salah satu aturan pengasuhan utama saya adalah: Jangan pernah melakukan sesuatu untuk anak-anak Anda yang dapat mereka lakukan sendiri.
Setiap kali Anda memperbaiki kesalahan anak Anda atau melakukan sesuatu untuk mereka, mereka semakin belajar untuk bergantung pada Anda.
Ada kesempatan untuk mengembangkan ketekunan.
Setelah Anda tahu bahwa anak Anda dapat menyelesaikan tugas sendirian, mundurlah selangkah. Biarkan mereka merangkul perasaan pencapaian itu.
(Natalia Bulan)