Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pakar Parenting Ungkap Soft Skill Nomor Satu yang Memprediksi Kesuksesan Anak Lebih dari IQ

Tim Okezone , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |14:29 WIB
Pakar Parenting Ungkap Soft Skill Nomor Satu yang Memprediksi Kesuksesan Anak Lebih dari IQ
Ilustrasi/Unsplash
A
A
A

Identitas semata-mata berdasarkan pencapaian cepat: Tanamkan mindset berkembang sehingga anak Anda mengerti bahwa kesuksesan tidak tetap.

Puji mereka untuk usaha mereka, bukan hasil mereka.

- Harapan belajar yang tidak sesuai dengan kemampuan: tetapkan harapan sedikit di atas tingkat keterampilan anak Anda.

Harapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan kecemasan, sedangkan yang terlalu rendah dapat menyebabkan kebosanan.

2. Ajarkan bahwa kesalahan adalah peluang pertumbuhan

Ingatkan anak-anak Anda bahwa kesalahan bisa menjadi hal yang positif, bahkan jika situasinya tidak seperti yang mereka harapkan.

Terima kesalahan mereka dan beri tahu mereka: “Tidak apa-apa untuk mengacaukannya. Yang penting kamu sudah berusaha.” 

Akui juga kesalahan Anda sendiri. Ini akan membantu mereka mengenali bahwa setiap orang membuat kesalahan, dan bahwa kesuksesan terjadi ketika Anda tidak membiarkan kemunduran menentukan Anda.

3. Membagi tugas

Mengajari anak-anak Anda untuk membagi tugas-tugas besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola akan membantu mereka merasa lebih percaya diri untuk menyelesaikan berbagai hal dari waktu ke waktu.

Jika mereka merasa frustrasi dengan lembar kerja matematika, misalnya, mintalah mereka mengambil selembar kertas terpisah dan membahas semua soal matematika kecuali baris teratas.

Kemudian lanjutkan menurunkan kertas ke baris berikutnya saat mereka menyelesaikan masing-masing.

Atau, jika mereka merasa kewalahan dengan banyaknya pekerjaan rumah yang mereka miliki, mereka dapat menuliskan setiap tugas pada catatan tempel, menumpuknya berdasarkan kesulitan, dan melakukan satu tugas pada satu waktu.

4. Rayakan kemenangan kecil

Kegagalan berulang dapat menghancurkan ketekunan, tetapi keberhasilan terkecil dapat mendorong seorang anak untuk terus maju, jadi bantulah mereka mengidentifikasi kemenangan kecil mereka.

Misalnya: “Terakhir kali, kamu mengeja enam kata dengan benar. Hari ini kamu mendapat delapan! Itu keuntungan. Kamu meningkat karena kerja kerasmu!”

5. Regangkan fokus mereka

Jika anak Anda ingin menyerah pada suatu tugas, letakkan timer di meja mereka dan atur untuk jangka waktu yang sesuai, disesuaikan dengan rentang perhatian mereka.

Jelaskan bahwa mereka hanya perlu melakukannya sampai bel berbunyi.

Kemudian mereka dapat beristirahat sejenak dan mengatur ulang penghitung waktu.

Dorong mereka untuk melihat berapa banyak masalah yang dapat mereka selesaikan sebelum bel berbunyi sehingga mereka melihat bahwa mereka berhasil. Seiring waktu, fokus akan menjadi lebih mudah.

6. Merasakan momen 'tersandung'

Ketika anak-anak menyerah, itu mungkin karena mereka tidak dapat melihat jalan keluar dari sebuah tantangan.

Mulailah dengan mengakui frustrasi mereka dan ungkapkan bahwa itu adalah perasaan yang normal.

Cobalah melakukan latihan pernapasan atau istirahat.

Kemudian ketika mereka kembali ke tugas, lihat apakah Anda dapat membantu mereka mengidentifikasi satu kesalahan kecil yang menghalangi mereka.

Misalnya: “Sepertinya kamu mencampuradukkan simbol penjumlahan dan perkalian.”

Setelah masalahnya jelas, berlatihlah untuk fokus pada momen tersandung sampai mereka perlahan-lahan mengatasinya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement