Share

Dokter RSA UGM Jelaskan Bahaya Paparan Gas Air Mata untuk Tubuh Manusia

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 04 Oktober 2022 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 65 2680389 dokter-rsa-ugm-jelaskan-bahaya-paparan-gas-air-mata-untuk-tubuh-manusia-FLFY0pDwJk.jpg Tragedi Kanjuruhan/Antara

YOGYAKARTA - Dokter Spesialis Telinga, Hidung, Tenggorokan, dan Kepala Leher (THT-KL) Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM) dr. Anton Sony Wibowo, Sp.T.H.T.K.L., M.Sc., memaparkan bahaya efek gas air mata bagi tubuh manusia.

Hal ini diungkapkan untuk menanggapi tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur baru-baru ini.

Dikutip dari laman resmi UGM, menurutnya gas air mat aini akan menimbulkan reaksi dengan organ atau bagian tubuh yang terpapar, terlebih jika sampai masuk terhirup ke saluran pernapaan.

"Gas air mata ini berbahaya bagi mata, saluran nafas (hidung, mulut, tenggorokan, dan paru-paru), serta kulit," tetangnya, Senin (3/10/2022).

Anton menyebukan jika gas air mata yang mengenai kulit juga dapat menimbilkan reaksi pada kulit itu sendiri. Satu di antaranya adalah menyebabkan iritasi pada kulit.

Tak hanya itu, gas air mata yang terhirup masuk ke saluran pernapasan juga sangat membahayakan tubuh. Sebab, gas tersebut dapat mengiritasi selaput mukosa saluran nafas, menyebabkan sesak atau kesulitan bernapas, pada kondisi tertentu dapat berakibat fatal.

Lalu, apa yang harus segera dilakukan bila terpapar gas air mata ini?

Anton mengungkapkan bahwa penanganan terhadap pasien yang terpapar gas air mata tergantung dengan kondisi pasien, organ yang terkena, dan derajat keparahannya.

Namun, ia menyebutkan ada beberapa hal yang dapat segera dilakukan untuk mengurangi dampak dari gas air mata ini.

Salah satu yang bisa segera dilakukan adalah segera menjauh dari sumber gas air mata.

"Segera menjauh dari sumber gas air mata untuk mengurangi dosis paparannya," ucapnya.

Selanjutnya, bersihkan sisa gas yang masih menempel ditubuh. Upayakan mengganti pakaian yang telah terkontaminasi gas air mata.

Lalu, segera meminta bantuan medis untuk penanganan lebih lanjut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini