Share

13 Maba FK Universitas Brawijaya Diduga Alami Kesurupan Massal, Kampus Beri Penjelasan

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 29 September 2022 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 65 2677254 13-maba-fk-universitas-brawijaya-diduga-alami-kesurupan-massal-kampus-beri-penjelasan-YTcPM56Yn1.jpg Penjelasan Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait 13 Maba FK yang diduga alami kesurupan massal/Avirista Midaada

MALANG - Sejumlah mahasiswa baru (Maba) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) diduga mengalami kesurupan massal saat mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MABA).

Para mahasiswa ini berteriak histeris dan menangis, bahkan beberapa di antaranya sampai harus dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.

Wakil Dekan (Wadek) Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Fakultas Kedokteran (FK) UB dr. Eriko Prawestiningtyas mengungkapkan ada 13 mahasiswa yang sempat hilang kendali dengan berteriak histeris dan menangis.

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya/Avirista Midaada


Menurutnya, kejadian ini terjadi saat Minggu sore (25/9/2022) di saat para mahasiswa baru (Maba) tengah melakukan pembinaan karakter mahasiswa.

"Itu acaranya hari Minggu, saat bina karakter mahasiswa dilaksanakan enam seri, ini seri empat. Kita ambil di hari Sabtu, seri empat kebetulan berbenturan dengan acara lain digeser hari Minggu itu mulai jam 7 pagi sampai sore 15.30," kata Eriko Prawestinigtyas, saat ditemui wartawan pada Kamis (29/9/2022) di Universitas Brawijaya.

Eriko menjelaskan bahwa kejadian kesadaran sejumlah mahasiswa hilang terjadi pada hari Minggu saat akan pulang setelah salat Ashar.

"Itu saat Minggu sore saat mau pulang setelah Ashar. Ada 10 hingga 13 mahasiswa dari 750 mahasiswa, jadi 1 banding 75, tiga diantaranya dievakuasi ke rumah sakit UB," ungkap dia.

Namun ia membantah bila hal itu adalah kejadian kesurupan massal. Mengingat hal ini banyak dipengaruhi pada kondisi lelahnya fisik yang berujung pada berpengaruhnya psikis para mahasiswa.

"Kami istilahkan reaksi konvensi. Itu lebih banyak dipengaruhi kondisi psikologis. Kalau trans di dunia kedokteran orang bilang kesurupan, itu beda mekanisme, ini bukan kesurupan, atau kemasukan jin. Tidak ada kaitannya supranatural, ini ketidakmampuan mengendalikan emosi. Orangnya capek secara fisik atau psikis, sehingga mahasiswa tersebut seperti itu," ucapnya.

Faktor lelah fisik dan psikis inilah yang akhirnya membuat para mahasiswa itu mencurahkan kekesalannya terhadap apa yang dirasakan saat itu. Sehingga membuat mereka berteriak-teriak dan menangis.

"Lebih ke arah berteriak dan protes atau dengan cara menangis. Membuat suasana terhanyut dan muncul beberapa yang tadinya tidak kenapa - kenapa juga turut merasakan," tuturnya.

Kini dari tiga orang yang sempat dibawa ke rumah sakit, seluruhnya sudah diperbolehkan pulang dan dinyatakan dalam kondisi sehat. Satu orang sudah dinyatakan bisa pulang pada Senin paginya, sedangkan sisanya pada malam hari.

"Sekitar pukul 8 malam sudah pulang semuanya, tiga orang ini sudah komunikasi dengan orang tua dan baik - baik saja dan sudah ikut kuliah," tandasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini