Share

Dua Mahasiswa Unair Akan Wakili Indonesia untuk Lomba Debat di Madrid

Tim Okezone, Okezone · Selasa 27 September 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 26 65 2675356 dua-mahasiswa-unair-akan-wakili-indonesia-untuk-lomba-debat-di-madrid-d2c8h7WaI3.jpg Dua mahasiswa Unair akan wakili Indonesia dalam kompetisi debat di Madrid/Dok. Unair

SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) perlu berbangga melihat dua mahasiswanya akan mewakili Indonesia dalam kompetisi debat di Madrid, Spanyol, pada Desember mendatang.

Keduanya menjadi salah satu tim wakil Indonesia, setelah meraih predikat Second Runner Up dalam National University Debating Championship (NUDC) September.

Dikutip dari laman resmi Unair, dua mahasiswa itu adalah Prashanti Lakshita Putri Ariadhi dan Kevin Kesuma.

Dua Ksatria Airlangga ini menorehkan prestasi luar biasa tersebut. Mereka berdua aktif dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Airlangga Debating Society dan membawa keduanya menuju ajang World Universities Debating Championship.

Dua mahasiswa Fakultas Psikologi itu mengaku bahagia sekaligus bangga ketika nama Unair disebut sebagai Grand Finalist.

“It feels very relieving and very fulfilling. Karena proses kita buat nyampe NUDC ini tuh, nggak gampang,” ujar Kevin.

Hal senada dikatakan oleh Tata, panggilan akrab Prashanti. Ia mengaku masih tidak percaya bahwa Kevin dan dirinya akan jadi wakil Indonesia di ajang perlombaan dunia.

“Oh my God it feels unreal. Sampai sekarang masih ingat banget momen Airlangga disebut lolos ke grand final. Masih merinding.”

 

Opname Tak Jadi Halangan

Perjalanan Tata dan Kevin tentu tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar datang dari Tata. Ia sempat diopname di tengah padatnya sesi latihan karena kondisi fisiknya menurun.

“To be honest, prep saya dan Kevin menjelang NUDC itu agak kurang karena saya drop,” ujar Tata.

Kendati demikian, ia dan Kevin tetap berlatih sekeras mungkin. Keduanya menjalani latihan dan mengikuti kompetisi-kompetisi.

“Latihannya kurang lebih sekitar enam bulanan,” terangnya.

Tata mengatakan bahwa selain latihan, doa orang tua juga penting.

“Doa restu mamah, ya! Itu kuncinya.”

Membagi Fokus dengan IISMA

Tidak hanya Tata, Kevin juga menghadapi tantangan tersendiri. Pada saat mengikuti NUDC, Kevin sedang mengikuti program IISMA di Korea Selatan. Meskipun begitu, ia tetap bisa membagi waktu dan fokus.

“Kalau buat resep (khusus, red) nggak ada, sih. It’s back to the basics of hard work, teamwork and berdoa,” ujarnya.

Kendati sedang menjalani IISMA, Kevin tetap berkeinginan untuk mengharumkan nama Unair dengan menjuarai WUDC.

“Itu our last stage, di mana itu memang panggung tertinggi untuk debat. Kita akan mencoba sebaik mungkin untuk bisa membawa pulang piala dan kemenangan dari WUDC,” tuturnya optimis.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini