Share

Pentingnya Pendidikan Menurut Moeldoko: Kalau Tak Merantau, Saya Tak Bisa Jadi Jenderal

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 17 September 2022 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 17 624 2669556 pentingnya-pendidikan-menurut-moeldoko-kalau-tak-merantau-saya-tak-bisa-jadi-jenderal-j58Y36ohTO.jpeg Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko/Okezone

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa perlu keinginan yang kuat untuk mengubah diri menjadi lebih baik.

Menurutnya, dengan pendidikan, hal tersbeut bisa terwujud.

Ia pun mengajak masyarakat khususnya para orangtua untuk benar-benar memperhatikan anak-anaknya. Mulai dari pendidikan, gizi, pergaulan, hingga lingkungannya.

Sebab, menurutnya kerja keras pemerintah tidak akan berarti apa-apa jika masyarakat tidak turut bergerak melakukan perubahan.

“Kita semua harus punya keinginan kuat untuk mengubah diri dan lingkungan sekitar. Contohnya saya, kalau dulu saya tidak punya keinginan kuat untuk keluar dari desa dan merantau untuk belajar dan sekolah, mungkin saya tidak akan menjadi Jenderal. Sekali lagi, hanya dengan pendidikan kita bisa mengubah hidup,” ujar Moeldoko dalam keterangannya, Sabtu (17/9/2022).

Moeldoko menegaskan, bahwa pemerintah telah bekerja keras untuk memberikan pendidikan yang terbaik baik anak-anak bangsa.

Pemerintah menyadari, bahwa hanya dengan pendidikan, Indonesia bisa melahirkan generasi-generasi unggul di masa depan.

“Untuk itulah Presiden Jokowi meluncurkan program Kartu Indonesia Pintar, mulai dari SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Anggarannya sangat besar. Kenapa ini dilakukan, karena pemerintah ingin memastikan anak-anak bangsa mendapat pendidikan yang terbaik,” jelasnya.

Selain memberikan pendidikan yang terbaik, kata dia, pemerintah juga telah bekerja keras untuk menurunkan angka stunting.

Bahkan saking seriusnya, urusan jamban pun dibahas dalam rapat kabinet.

“Kerja keras ini telah menurunkan angka stunting kita. kalau sebelumnya, angka stunting tiga puluh tujuh persen, sekarang turun menjadi dua puluh dua persen. dan targetnya pada 2024 bisa di bawah empat belas persen,” ungkapnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini