Share

Benarkah BPA Termasuk Karsinogenik? Simak Penjelasan Peneliti IPB

Andika Shaputra, Okezone · Selasa 13 September 2022 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 13 65 2666407 benarkah-bpa-termasuk-karsinogenik-simak-penjelasan-peneliti-ipb-Ogb5GGfc6n.jpg Foto: Antara

JAKARTA Masyarakat saat ini masih mengkhawatirkan bahwa Bisofenol A termasuk karsinogenik dan dapat menyebabkan penyakit kanker.

(Baca juga: Mahasiswa Baru IPB University Angkatan 59 Pecahkan Rekor 3D Formasi Tingkat Dunia)

Dosen dan Peneliti di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Nugraha Edhi Suyatma menegaskan, bahwa International Agency for Research on Cancer (IARC) yang merupakan Lembaga bagian dari WHO belum mengklasifikasikan Bisfenol A (BPA) dalam kategori karsinogenik pada manusia.

“Hingga sekarang, IARC, badan yang di bawah WHO masih mengkategorikan BPA masuk di grup 3, belum masuk di grup 2A atau 2B. Kalau acetaldehyde, justru masuk ke grup 2B itu sejak lama,” kata Nugraha, Selasa (13/9/2022).

(Baca juga: Saran Kemenko Perekonomian soal Pelabelan BPA pada Galon Isi Ulang)

Diketahui, IARC mengklasifikasikan karsinogenik ini dalam 4 grup. Kelompok 1, karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2A, kemungkinan besar karsinogenik untuk manusia. Kelompok 2B, dicurigai berpotensi karsinogenik untuk manusia. Kelompok 3, tidak termasuk karsinogenik pada manusia. Kelompok 4, kemungkinan besar tidak karsinogenik untuk manusia.

“Jadi, dari sini juga FDA (The United States Food and Drug Administration) mengatakan tidak ada efek BPA atau paparan khusus,”ucapnya.

Levelnya pun menurut dia rendah, sehingga bisa dibatasi oleh upaya produsen untuk menghilangkan residu BPA yang tidak bereaksi dalam pembuatan plastik polikarbonat. Yakni, bisa dibuat menjadi sangat rendah dan mungkin bisa sampai ke level BPA free.

“Begitu juga dengan otoritas keamanan makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA), pembatasan untuk memperketat migrasi BPA ini juga belum ditetapkan hingga kini. Bisa jadi mereka juga belum yakin,” ulasnya.

Dia pun mempertanyakan apakah wacana pelabelan BPA pada kemasan Polikarbonat memang benar-benar memberikan efek yang positif atau justru akan semakin membuat bingung masyarakat. Karena, dia melihat ada pasal-pasal dari revisi peraturan terkait pelabelan BPA ini yang sudah menjadikan wacana tersebut menjadi sangat heboh di masyarakat.

“Berbicara soal basic research, tentu saja BPOM memilikinya. Cuma, kalau bahas terkait dengan wacana pelabelan BPA pada polikarbonat itu, jadi muncul pertanyaan apakah itu benar-benar akan memberikan efek yang positif bagi masyarakat atau justru akan semakin membuat bingung,”pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini