Share

4 Mahasiswa Unair Ikuti Pertemuan Internasional Asia untuk Bahas One Health

Aan haryono, Koran Sindo · Senin 12 September 2022 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 65 2665850 4-mahasiswa-unair-ikuti-pertemuan-internasional-asia-untuk-bahas-one-health-o0tUpwdFPy.jpeg 4 mahasiswa Unair ikuti pertemuan internasional Asia untuk bahas One Health/Dok. Unair

SURABAYA - Empat mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) mengikuti ajang pertemuan internasional negara-negara Asia bertajuk SouthEast Asian One Health University Network (SEOAHUN).

SEOAHUN sendiri adalah ajang pertemuan mahasiswa dari berbagai negara seperti Malaysia, Kamboja, Laos, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Taiwan.

Keempat mahasiswa itu adalah Suwaibatul Annisa, Devi Ayu Safitri, Muhammad Rizky Widodo, dan Ardelia Bertha Prastika.

Sebelumnya, mereka mengikuti lomba Student Education Video Contest 2021.

Kemenangan menjadi juara I dalam ajang itulah yang mengantarkan mereka dapat mengikuti SEOAHUN 2022, tepatnya di Bangkok.

Total terdapat 34 mahasiswa yang menjadi peserta sebagai perwakilan universitas negara anggota SEAOHUN.

Tim Unair menjadi satu-satunya delegasi Indonesia dalam ajang tersebut.

“Untuk student summit kegiatannya mulai pemberian kuliah (one health core competency, system thinking, dan risk communication), field trip, pengerjaan analisis field trip, presentasi, dan cultural night,” kata Rizky, Senin (12/9/2022).

Selama kegiatan student summit, katanya, ada banyak pembelajaran dan pengalaman yang berharga.

Di samping meningkatkan kepercayaan diri dan public speaking, SEOAHUN menjadi jembatan bagi para peserta untuk membangun hubungan relasi yang baik secara Internasional.

Pada ajang itu juga hadir peneliti dari seluruh dunia, mulai kalangan akademisi, pelaksana project USAID, hingga NGO.

Conference membahas perkembangan One Health sebagai pendekatan penyelesaian masalah kesehatan.

Keynote speaker membuka konferensi itu dengan membahas konsep One Health in the Age of Pandemics and Climate Change.

Peserta SEOAHUN juga terlibat dalam proses kepanitian konferensi. Delegasi Unair mendapat tugas menjadi volunteer pada registration desk pada hari pertama.

“Dengan berbagai kondisi perubahan dunia dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan dan mencegah munculnya masalah kesehatan yang baru membutuhkan kolaborasi multi-bidang,” kata Rizky.

“Sehingga penyelesaiannya bisa komprehensif dan tidak menimbulkan masalah yang baru,” imbuhnya.

Rizky mengungkapkan, bertemu dengan delegasi dari berbagai negara tentu membawa banyak pengalaman.

Termasuk membuka cakrawala tentang pentingnya kolaborasi dan sinergi interprofesional.

Tim Sesarengan juga merasakan menuju sinergi interprofesional itu tentu tidak dapat instan.

Akan ada langkah perlahan-lahan untuk sampai pada sinergi tersebut.

“Karena event internasional dan harus aktif, tentu ada kendala bahasa. Tapi, itu menjadikan hal sebagai sarana belajar,” ungkapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini