Share

Mahasiswa Unesa Merancang Media Pembelajaran Fisika Berbasis Aplikasi Game

Natalia Bulan, Okezone · Senin 12 September 2022 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 12 65 2665539 mahasiswa-unesa-merancang-media-pembelajaran-fisika-berbasis-aplikasi-game-SngeaD7OrS.jpg Mahasiswa Unesa rancang media pembelajaran Fisika berbasis aplikasi game adventure/Dok. Unesa

SURABAYA - Lima Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) merancang media pembelajaran Fisika berbasis aplikasi game bernama Adventuring Phsyiscs.

Rancangan tersebut lolos dalam Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) Kemendikbudristek.

Dikutip dari laman resmi Unesa, media pembelajaran Fisika ini dikemas dalam game adventure atau permainan petualangan.

Satu di antara perancangnya adalah Iqbal Ainur Rizki menjelaskan bahwa aplikasi ini hadir untuk menjawab permasalahan praktis dalam pembelajaran Fisika di SMA.

Diketahui, Fisika adalah mata pelajaran yang memiliki kesan susah, banyak rumus dan hitung-hitungan, materi abstrak, dan mikroskopis yang menimbulkan kebosanan dan membuat motivasi belajar siswa menurun.

Menurut Iqbal, pelajaran Fisika sangat menarik juka dilakukan dengan cara yang tepat dan menarik seperti melalui kemasan permainan misalnya.

Adventuring Physics, lanjutnya, hadir sebagai aplikasi game yang terintegrasi dengan AR untuk dapat digunakan sebagai media pembelajaran fisika yang interaktif, kreatif, dan atraktif. Melalui aplikasi ini, siswa dapat belajar dari game bergenre adventure yang dapat memicu motivasi rasa ingin tahu mereka untuk belajar fisika.

“Adventuring Physics juga sudah teruji kevalidan dan kepraktisannya untuk diterapkan sebagai media pembelajaran fisika. Kemasan media pembelajaran dalam bentuk game bukan tanpa alasan. Ini mengacu pada kecenderungan siswa yang senang bermain game di smarphonenya masing-masing,” tandas mahasiswa S1 Pendidikan Fisika angkatan 2019 itu.

Game adventure secara tidak langsung dimaksudkan untuk memantik jiwa eksplorasi siswa.

Selain itu, juga untuk memberikan semacam tantangan lewat jalannya cerita bersambung.

Tantangan menjadi bagian penting dalam game itu sendiri. Sehingga memancing adrenalin siswa untuk terus menuntaskannya hingga akhir.

“Ini bisa membuat penggunanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berkelanjutan. Pada game ini memasukkan misi permainan dan permasalahan fisika yang harus diselesaikan oleh siswa dengan menerapkan konsep dan materi fisika yang relevan dengan kurikulum saat ini,” bebernya.

Hanandita Veda Saphira dari prodi S1 Pendidikan Fisika 2019 mengatakan bahwa game ini dibuat dalam 3 bulan yaitu mulai Juni tuntas Agustus.

Dimulai dari membuat game design document (GDD), design UI UX, dan aset–aset game seperti karakter, icon, dan tombol-tombol sebagainya.

Memprogram aplikasi dan menyiapkan desain 3D AR dilakukan pada Juli. Kemudian pada Agustus melakukan revisi produk keseluruhan untuk menyesuaikan dengan konteks pembelajarannya dan uji kualitas.

Dia melanjutkan, game ini akan terus dikembangkan lebih jauh termasuk menerapkan Kurikulum-13.

Sekolah yang dipakai untuk uji coba adalah kelas 12 SMAN 3 Sidoarjo yang sudah menerapkan Kurikulum-13.

“Hal tersebut tidak menutup kemungkinan aplikasi ini juga dapat digunakan di kurikulum merdeka karena jika dilihat dari capaian pembelajarannya materi-materinya juga cukup banyak yang relevan dengan gamenya, seperti medan magnet,” ungkapnya.

Dari hasil uji coba, game ini efektif sebagai media pembelajaran fisika, khususnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa.

Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store dan bisa digunakan siapa saja.

Adapun sederetan mahasiswa yang merancang aplikasi ini yaitu Iqbal Ainur Rizki, Hanandita Veda Saphira, Yusril Alfarizy mahasiswa prodi S1 Pendidikan Fisika 2019, Aulia Dwi Saputri dari S1 Sistem Informasi 2019 dan Riski Ramadani mahasiswa prodi S1 Fisika angkatan 2020.

Mereka dibimbing oleh Nadi Suprapto, S.Pd., M.Pd., Ph.D.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini