Share

5 Universitas Tertua di Yogyakarta, Ada UGM hingga UPNVY

Risa Maharani Putri, MNC Portal · Senin 05 September 2022 07:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 05 65 2660802 5-universitas-tertua-di-yogyakarta-ada-ugm-hingga-upnvy-XA0Y1MmkKC.jpg 5 kampus tertua di Yogyakarta/Dok. UGM

JAKARTA - Yogyakarta terkenal memiliki banyak perguruan tinggi dengan kualitas bagus.

Bahkan salah satu perguruan tinggi yang berada di Yogyakarta masuk dalam deretan universitas terbaik di Indonesia.

Selain itu, beberapa universitas di Yogyakarta sudah berdiri cukup lama.

Ada universitas yang berdiri saat awal kemerdekaan Indonesia sehingga bisa dibilang menjadi kampus tertua yang terdapat di Yogyakarta. Berikut beberapa universitas tertua di Yogyakarta.

1. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Universitas Gadjah Mada (UGM) didirikan pada 3 Maret 1946 yang dulunya bernama Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada.

Pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada merupakan hasil pemikiran beberapa tokoh yaitu Mr. Sunaryo, DR. Priyono, Ir. Marsito, dan Mr. Budiarto.

Pada awalnya, UGM hanya memiliki tiga fakultas yaitu hukum dan ekonomi, filsafat, serta sastra kebudayaan.

Pada 19 Desember 1949, namanya berubah menjadi Universitas Gadjah Mada dan memiliki fakultas tambahan baru seperti pertanian, kedokteran, dan teknik.

Berlokasi di Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, Sleman, UGM tidak hanya menjadi universitas paling tua, melainkan juga masuk dalam jajaran top 3 universitas negeri terbaik di Indonesia.

Follow Berita Okezone di Google News

2. Universitas Islam Indonesia (UII)

Universitas Islam Indonesia (UII) merupakan kampus swasta tertua di Yogyakarta sekaligus Indonesia.

UII berlokasi di Jalan Kaliurang, Krawitan, Sleman, Yogyakarta. Sebelum menjadi universitas, UII dulunya bernama Sekolah Tinggi Islam Indonesia.

UII dibuka pada 10 April 1946.

Penggagas berdirinya UII adalah tokoh-tokoh nasional seperti, Mohammad Hatta, Wahid Hasyim, Mohammad Roem, dan lainnya.

Saat dibuka, UII hanya memiliki 4 fakultas yaitu fakultas ekonomi, agama, hukum, dan pendidikan.

Sebenarnya UII memiliki beberapa cabang di Indonesia. Namun, karena adanya peraturan pemerintah, cabang UII di beberapa daerah dimerger dengan pusatnya di Yogyakarta.

Universitas Islam Indonesia ini juga menjadi cikal bakal lahirnya universitas swasta di Indonesia.

3. Universitas Sanata Dharma

Universitas Sanata Dharma (USD) adalah salah satu universitas swasta di Yogyakarta. Bertempat di Jalan Affandi, Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman, awalnya universitas ini bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru Sanata Dharma dan dibuka pada 17 Desember 1955.

Berdirinya USD merupakan ide dari Mohammad Yamin yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan.

Nama Sanata Dharma diambil dari kata ‘Sanyata Dharma’ yang memiliki arti pelayanan yang nyata.

Awalnya, Universitas Sanata Dharma memiliki 4 fakultas utama yaitu sejarah, MIPA, ilmu pendidikan dan bahasa Inggris.

Saat ini USD berkembang dan memiliki 8 fakultas dengan 35 program studi mulai dari sarjana hingga doktoral.

4. Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY)

Banyak menjadi tujuan bagi mahasiswa yang ingin bekerja di bidang migas dan pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta sudah berdiri pada 8 Oktober 1958 dan memiliki tiga fakultas unggulan yaitu pertambangan, perminyakan, dan geologi.

Semula, kampus ini bernama Akademi Pembangunan Nasional Veteran, kemudian berganti nama pada tahun 1965 menjadi Perguruan Tinggi Pembangunan Nusantara Veteran.

UPN memiliki beberapa cabang lain di Surabaya dan Jakarta. Dulunya UPN adalah universitas swasta yang pada tahun 2014 berganti menjadi universitas negeri atas peresmian yan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Oktober 2014.

5. Universitas Janabadra

Universitas Janabadra berdiri pada 7 Oktober 1958 yang berlokasi di Jalan Tentara Rakyat Mataram 58, Bumijo, Jetis, Yogyakarta.

Nama Janabadra berasal dari pujangga Jawa pada abad VII bernama D’nanabadra. Agar lebih mudah disebut maka diambil Janabadra.

Berdirinya Universitas Janabadra merupakan usul dari para pejabat daerah dan pejuang kemerdekaan pada saat itu.

Salah satunya adalah Soetedjo Brodjonegoro yang merupakan dosen Universitas Gadjah Mada saat itu.

Kini Universitas Janabadra memiliki empat fakultas yaitu fakultas ekonomi dan bisnis, hukum, teknik, dan pertanian.

Awalnya universitas yang berasaskan Pancasila dan UUD 1945 bernama Perguruan Tinggi Janabadra. Namun, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, namanya berubah menjadi Universitas Janabadra.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini