Share

6 Beasiswa Top Luar Negeri tanpa TOEFL atau IELTS, Nomor 4 Bisa Dicoba

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Jum'at 02 September 2022 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 02 624 2659316 6-beasiswa-top-luar-negeri-tanpa-toefl-atau-ielts-nomor-4-bisa-dicoba-9ry3bd19PI.jpg Ilustrasi (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Mengulas 6 beasiswa top luar negeri tanpa TOEFL atau IELTS yang tak banyak pelajar tahu. Penawaran beasiswa top luar negeri memang sangat banyak setiap tahunnya. Namun, tak sedikit peminat yang mengurungkan diri lantaran salah satu syaratnya yang menyertakan hasil tes TOEFL atau IELTS.

TOEFL atau IELTS sendiri adalah tes yang terstandarisasi untuk mengukur kemampuan Bahasa Inggris dari seseorang yang bahasa ibunya bukanlah Bahasa Inggris. Kedua tes tersebut memiliki minimal skor masing-masing, seperti TOEFL umumnya minimal skor 550, dan IELTS umumnya minimal skor 6,5.

Meski begitu, terdapat beberapa beasiswa top luar negeri yang tanpa menyertakan hasil tes satu ini. Lantas, apa saja beasiswa top luar negeri tanpa TOEFL dan IELTS? Untuk mengetahuinya, simak ulasan okezone berikut ini.

Berikut 6 beasiswa top luar negeri tanpa TOEFL atau IELTS dirangkum Okezone dari berbagai sumber:

1. Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students

Brunei Darussalam Government Scholarships to Foreign Students merupakan program beasiswa tanpa TOEFL atau IELTS yang ditawarkan oleh pemerintah Brunei Darussalam bagi mahasiswa internasional yang ingin mengenyam pendidikan di Brunei Darussalam.

Follow Berita Okezone di Google News

Dengan beasiswa ini, para pelajar berkesempatan untuk melanjutkan studi di jenjang diploma, S1 dan S2 di 4 kampus terbaik di Brunei, antara lain Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Universiti Teknologi Brunei (UTB), dan Politeknik Brunei (PB). Selayaknya beasiswa kuliah dengan syarat TOEFL atau IELTS, program ini bakal membiayai para penerimanya secara penuh.

2. Global Korea Scholarship (GKS)

Bagi yang ingin merasakan kuliah di Negara Ginseng tanpa TOEFL atau IELTS, mengikuti program satu ini bisa jadi pilihan. Program beasiswa yang diperuntukkan bagi calon mahasiswa internasional ini untuk program sarjana dan pascasarjana.

Kandidat beasiswa dapat melamar pada universitas yang telah ditentukan. Selain itu, pelajar juga mendapatkan kursus pelatihan bahasa Korea selama 1 tahun.

Ada banyak tunjangan beasiswa yang akan diberikan. Mulai dari tiket pesawat, biaya tinggal, biaya hidup, asuransi kesehatan, uang sekolah, kursus bahasa, bahkan biaya bantuan penelitian. Pendaftaran beasiswa program S1 dibuka pada September hingga Oktober setiap tahunnya. Sementara S2 umumnya dibuka pada Februari. Terkait informasi lebih lanjut beasiswa GKS dapat dilihat pada laman www.studyinkorea.go.kr ya!

3. Chinese Government Scholarship

Melalui Chinese Government Scholarship, pemerintahan Cina menyediakan beasiswa bagi mahasiswa asing yang hendak melanjutkan studi S2 dan S3. Beasiswa ini juga tak mewajibkan sertifikat bahasa seperti IELTS atau TOEFL.

Akan tetapi, pelamar yang memiliki sertifikat kemampuan bahasa Mandarin, HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) wajib melampirkannya. Pelamar juga dapat melampirkan seluruh dokumen dalam bahasa Mandarin atau bahasa Inggris.

Pendaftaran beasiswa pemerintah Cina ini dibuka pada awal tahun dan akan ditutup pada Februari setiap tahunnya. IUntuk informasi selengkapnya dapat dipantau di laman https://www.campuschina.org/.

4. Turkiye Burslari Scholarship

Bagi kamu yang ingin kuliah di Turki namun tak ingin tes TOEFL atau IELTS, kamu bisa mengikuti beasiswa Turkiye Burslari Scholarship.

Selain tidak ada syarat sertifikat bahasa, para penerima beasiswa juga diberikan beasiswa penuh untuk kuliah di Turki. Beasiswa yang ada untuk program S1, S2, dan S3 yang juga mencakup biaya sekolah, akomodasi asrama, tiket pesawat pulang dan pergi, dan kursus Bahasa Turki selama setahun.

5. Beasiswa DAAD Germany

Bagi pelajar yang ingin lanjut sekolah di Jerman, harus menjajal beasiswa DAAD. Sebab beasiswa yang diperuntukkan untuk kuliah di Jerman ini termasuk beasiswa tanpa TOEFL.

Sebagai gantinya, para pelajar yang ingin melanjutkan S2 dengan pengantar bahasa Jerman harus mengikuti DSH 2 atau Testdaf 4 dan menyelesaikan tes tersebut pada level A2.

6. Beasiswa Pemerintah Rusia

Berbeda dengan beasiswa dari negara lain yang mensyaratkan kemahiran bahasa utama negara tersebut, Rusia justru membuka kesempatan untuk menempuh studi master tanpa mensyaratkan kemampuan berbahasa. Sebab, penerima beasiswa Pemerintah Rusia iniย  akan diberikan pembekalan terkait bahasa Rusia secara gratis selama satu tahun.

Pada 2019 lalu, tercatat ada sekitar 161 pelajar Indonesia diberangkatkan ke Rusia untuk melanjutkan studi. Jika tertarik dan memiliki IPK S1 setidaknya 3,20, beasiswa ini bisa dicoba.

Demikian 6 beasiswa top luar negeri tanpa TOEFL atau IELTS yang wajib diketahui.

(RIN)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini