Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Persahabatan Soekarno-Hatta yang Kerap Berdebat soal Politik

Andika Shaputra , Jurnalis-Rabu, 17 Agustus 2022 |08:30 WIB
Kisah Persahabatan Soekarno-Hatta yang Kerap Berdebat soal Politik
Soekarno dan Hatta/Istimewa
A
A
A

Persahabatan Bung Karno dan Bung Hatta bahkan sudah lebih dulu ada sebelum Hasjim menjadi sahabat Bung Karno.

Kisah itu terjadi pada tahun 1938, ketika Hasjim mengerjakan tugas dari ayahnya yang menjadi pemegang proyek rehabilitas jalan raya Bengkulu-Manna.

Suatu hari, Hasjim mendapat telfon dari sang ayah yang mengatakan dirinya mendapat surat dari Bung Hatta di Bada Neira.

Surat yang dibawa oleh orang Tionghoa itu memuat pesan Bung Hatta agar ayah Hasjim membantu keperluan Bung Karno selama di Bengkulu.

Hal itu dilakukan karena Bung Hatta mendengar kabar bahwa Bung Karno dipindahkan tempat pengasingannya dari Ende ke Bengkulu.

Mendapat tugas untuk membantu tahanan politik itu merupakan masalah yang besar. Kemudian, Hasjim mengutarakannya kepada Raden Mas Rasjid, orang yang ditunjuk ayah Hasjim untuk memimpin proyek tersebut.

Rasjid, yang ternyata kenal Bung Karno sejak di Bandung, lalu mempertemukan Hasjim dengan Bung Karno dua hari kemudian.

Di rumah Bung Karno, Hasjid disambut hangat sang tua rumah.

Ia langsung menjelaskan maksud kedatangannya. Alih-laih merespon maksud kedatangan Hasjim, Bung Karno justru menyatakan yang lain.

“Wah Hatta masih memikirkan aku. Tapi bagaimana dengan dia sendiri?” kata Bung Karno.

Mereka pun terlibat obrolan yang panjang, mulai dari penjelasan hubungan antara Hasjim dan Bung Hatta hingga hal-hal lain.

Upaya pemberian Hasjim baru ditanggapi Bung Karno setelah itu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement