Share

Siswa Canberra Antusias Berlatih Joged Pancer dan Musik Talempong

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 16 Agustus 2022 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 16 624 2648914 siswa-canberra-antusias-berlatih-joged-pancer-dan-musik-talempong-3F3HL7m8nD.jpg Siswa Canberra antusias berlatih Joged Pancer dan musik Talempong/Istimewa

CANBERRA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Canberra terus menggencarkan promosi budaya di sekolah-sekolah Australia.

Pada hari Senin (16/8/2022), KBRI Canberra mendatangkan seniman Indonesia untuk memberi pelatihan menari yang disebut Joged Pancer dan bermain musik Talempong.

Acara bertajuk “One Day Workshop on Indonesian Modern Dance and Music” ini diselenggarakan di Canberra Grammar School, Australia.

Joged Pancer merupakan seni gerak tubuh yang merupakan seni tari improvisasi.

Tari ini dikembangkan berdasarkan kesadaran bahwa tubuh manusia bersifat holistik karena juga merangkum berbagai elemen seperti pikiran, fisik dan rasa.

Segalanya saling terkait dan terkoneksi antara satu dengan yang lainnya. Joged Pancer juga merupakan laku tubuh dalam mencari dan menyadari bahwa tubuh memiliki kesadaran terhadap segala perubahan internal maupun eksternal di luar tubuh itu sendiri.

Selain Joged Pancer, siswa juga berlatih musik Suling dan Talempong khas Indonesia. Talempong merupakan alat musik yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat.

Talempong biasanya dimainkan dalam acara adat di Minangkabau. Alat musik ini merupakan pelengkap dalam berbagai acara adat.

Dalam pelatihan di Canberra, Talempong dimainkan secara modern dan beradaptasi dengan situasi kekinian.

Sebanyak 60 orang siswa mengikuti pelatihan menari dan bermusik khas Indonesia.

Siswa dibagi dalam dua kelompok yaitu masing-masing kelompok belajar menari dan bermain musik secara bergantian.

Pelatihan menari dipimpin oleh Andika Ananda yang merupakan seniman tari asal Malang.

Sementara pelatihan musik dipimpin oleh Jaeko Siena yang merupakan seniman asal Bandar Lampung.

Jaeko sendiri merupakan alumni ISI Yogyakarta jurusan Etnomusikologi. Kedua seniman ini terhimpun dalam kelompok seni budaya Kultura Collectiva.

Selama kurang lebih 3 jam, para siswa diajarkan memainkan alat musik Suling dan Talempong pada kelas musik.

Sementara untuk kelas menari para siswa diajarkan olah tubuh Joged Pancer.

Setelah selesai pelatihan, para peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya di depan para siswa yang lain.

Sehingga hasil pelatihan sudah dapat dinikmati dalam sebuah pertunjukan seni sekolah.

Menurut Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Canberra, Mukhamad Najib, KBRI Canberra sengaja mendatangkan pelatih tari dan musik ke sekolah untuk mengenalkan budaya Indonesia yang kreatif dan adaptif terhadap perkembangan jaman kepada para siswa Australia.

Selama ini warga Australia memahami budaya Indonesia sebagai budaya tradisional, padahal saat ini telah banyak seniman-seniman muda Indonesia yang mencoba memodernisasi budaya Indonesia.

Dalam promosi budaya ke sekolah, Atdikbud mengaku melakukannya secara simultan dengan promosi bahasa Indonesia.

“Tari kreatif yang diajarkan oleh Andika lebih merdeka dari tradisionalisme. Dapat dikatakan tari ini adalah bagian dari budaya pop Indonesia. Dengan mengenalkan hal ini kami berharap dapat memberikan daya tarik kepada anak-anak muda Australia terhadap budaya Indonesia. Dan berikutnya kami berharap mereka juga tertarik untuk belajar bahasa Indonesia”, jelas Najib.

Guru bahasa Indonesia di Canberra Grammar School, Katherine, mengatakan sangat penting mendatangkan seniman-seniman muda Indonesia ke sekolah-sekolah di Australia.

“Para siswa sangat suka dengan hal-hal kreatif. Jika pemerintah Indonesia mengadakan roadshow budaya ke sekolah-sekolah dengan membawa seniman muda yang dinamik dan modern pasti siswa-siswa senang. Seperti hari ini, para siswa sangat antusias mengikuti pelatihan menari dan bermusik Indonesia”, tutur Katherine.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini