Share

Pengalaman Mahasiswa UNS Mengajar BIPA di Negeri Gajah Putih

Tim Okezone, Okezone · Kamis 11 Agustus 2022 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 11 65 2646041 pengalaman-mahasiswa-uns-mengajar-bipa-di-negeri-gajah-putih-wVyUQyo67p.jpeg Pengalaman mahasiswa UNS mengajar BIPA di Negeri Gajah Putih/Istimewa

Setelah mendapat LoA, kemudian submit ke program UNS Global Challenge dan Alhamdulillah lolos,” ujar Aldi.

Menariknya pengajaran BIPA yang Aldi lakukan tidak hanya sekadar mengajar Bahasa Indonesia.

Tetapi juga membawa misi dari UPT Kerjasama dan Layanan International UNS untuk mengajak mahasiswa Fatoni University melanjutkan studi di UNS.

“Oleh sebab itu, saya juga memperkenalkan UNS dan budaya di Kota Surakarta. Hasilnya sangat positif, mereka sangat tertarik ingin melanjutkan studi di UNS. Selain itu Fatoni Unversity juga telah memiliki dosen yang juga alumnus UNS yaitu Ibu Sumaiyah Menjamin, M.Hum,” ungkap Aldi.

Letak Fatoni University berada di Provinsi Pattani, yang mana daerah tersebut berbeda dengan daerah lain di Thailand.

Hal ini karena mayoritas penduduk di sana beragama muslim, sehingga Aldi lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan masyarakatnya.

“Masyarakat di sana sangat ramah. Selama di sana, sudah seperti bagian dari keluarga mereka, diberi tempat menginap, diajak berwisata, dan ditraktir makan-makanan khas Thailand,” ucap Aldi.

Adapun selama mengajar BIPA di Fatoni University, Aldi mengungkapkan banyak pengalaman berkesan yang ia dapatkan. Ia pun tak menyangka bahwa mahasiswa di Fatoni University sangat tertarik dengan Negara Indonesia.

“Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya mahasiswa Fatoni University yang belajar Bahasa Indonesia. Mereka tahu nama presiden Indonesia, tahu tempat-tempat wisata terkenal di Indonesia, makanan-makanan khas dari Indonesia. Bahkan mereka mengikuti berita terkini di Indonesia seperti maraknya Citayam Fashion Week saat ini. Mereka juga berkeinginan untuk berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti, ada yang berkeinginan melanjutkan studi atau hanya sekadar berwisata. Beberapa mahasiswa di sana juga pernah berwisata ke Indonesia,” terang Aldi.

Sementara untuk dukanya sendiri, Aldi menjelaskan ketika diminta mengajar pada siswa SMA di Salihiyah School. Mengingat hal ini di luar dari agendanya.

Sebagaimana yang diungkapkannya, susahnya mengajar pada sekolah tersebut karena siswa sekolah tersebut sama sekali belum bisa berbahasa Melayu, Bahasa Indonesia juga tidak bisa begitupula dengan Bahasa Inggris.

Dengan demikian, ia harus putar otak supaya pembelajaran tetap dapat dilaksanakan namun tetap disertai interaksi yang baik dengan siswa.

“Caranya dengan menerapkan metode field trip. Siswa diajak berkeliling di lingkungan sekitar. Seperti jalan-jalan ke beberapa tempat wisata sekitar, membeli thai tea dan tomyam di salah satu rumah makan di sana. Dengan memanfaatkan kearifan lokal daerah Pattani, maka pembelajaran bahasa Indonesia dasar seperti berkenalan, menyapa, dan membeli lebih mudah dan menyenangkan,” ucap Aldi.

Di sisi lain tertariknya Aldi mengajar BIPA karena ingin bahasa dan budaya Indonesia dapat dikenal secara luas di kancah internasional.

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini