Share

Asal Usul Jutaan Bintang di Galaksi Mulai Diteliti!

Destriana Indria Pamungkas, MNC Portal · Jum'at 05 Agustus 2022 11:42 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 05 624 2642505 asal-usul-jutaan-bintang-di-galaksi-mulai-diteliti-4FS4bPX6uF.jpg Ilustrasi (Foto: Lunar land)

JAKARTA - Asal usul jutaan bintang di galaksi mulai diteliti!. Hal ini dikarenakan banyak penelitian mengenai terciptanya galaksi. Pembentukannya berawal dari periode pembentukan bintang menciptakan massa di pusat galaksi ini, kemudian diikuti oleh fase pembentukan bintang di luar area galaksi.

Nantinya, galaksi berhenti membuat bintang dan menjadi diam. Adapun, galaksi yang memiliki sejumlah cahaya ultraviolet dari area luarnya, yang berasal dari bintang muda

Saat ini, asal usul jutaan bintang di galaxy mulai diteliti lagi oleh para ilmuwan dengan menggunakan teleskop canggih.

Ilmuwan telah melengkapi sebuah teleskop yang diklaim paling kuat di Bumi. Teleskop ini dibekali teknologi terbaru yang dapat mengungkapkan bagaimana galaxy Bima Sakti terbentuk secara detail.

Teknologi tersebut ada dalam Teleskop William Hersche (WHT) di La Palma, Spanyol. Teleskop ini diklaim dapat melakukan survey terhadap 1.000 bintang per jamnya dengan total lima juta bintang.

WHT akan terhubung ke perangkat pemetaan super cepat yang akan menganalisis setiap bintang yang ada beserta kecepatan perjalanannya. Metode tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana Bima Sakti terbentuk selama miliaran tahun ini.

Instrumen yang kemudian disebut dengan istilah “weave” ini dikembangkan oleh Profesor Gavin Dalton dari Universitas Oxford. Dalton pun mengatakan jika alat tersebut telah siap untuk digunakan.

Para ilmuwan hebat menyatukan misi untuk menemukan asal-usul bintang yang sering kita lihat di malam hari.

Mereka memasang WHT di puncang gunung Pulau Canary, Spanyol, dengan nama WHT Enhanced Area Velocity Explorer. Terdapat 80.000 bagian terpisah yang ada pada alat tersebut. Ini merupakan sebuah keajaiban dari sebuah rekayasa teknologi yang dibuat manusia.

WHT nantinya akan menunjuk setiap potongan langit untuk diidentifikasi. Jari-jari robot yang gesit ini akan menempatkan serat optik secara hati-hati dan tepat di setiap lokasi pelat.

Serat-serat tersebut adalah teleskop kecil yang masing-masing mampu menangkap cahaya dari satu bintang, lalu menyalurkannya ke instrumen lain. Serat-serat itu lalu akan membaginya lagi menjadi sebuah spektrum pelangi yang menjadi jawaban dari rahasia asal usul serta sejarah dari bintang-bintang tersebut.

Proses tersebut akan selesai dalam satu jam. Ketika sedang bekerja, serat optik yang digunakan untuk seribu bintang akan diposisikan secara terbalik dari pelat. Tujuannya untuk menganalisis rangkaian tagert berikutnya meskipun survey yang sebelumnya selesai.

Perlu diketahui jika galasi pada dasarnya sebuah pusaran berbentuk spiral yang terdiri dari 400 miliar bintang. Bima Sakti sendiri adalah gabungan dari sekumpulan bintang yang cukup kecil selama miliaran tahun.

Kehadiran Weave dapat membantu ilmuwan untuk menghitung kecepatan, arah, usia, dan komposisi setiap bintang yang diamati. Dari situ akan membentuk sebuah gambar bergerak dari bintang-bintang di Bima Sakti.

Itulah pembahasan mengenai asal usul jutaan bintang di galaksi mulai diteliti!.

(RIN)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini