Share

Siswa SMAN 1 Jatiwangi Majalengka Tembus Fakultas Kedokteran di Rusia Melalui Beasiswa

Inin Nastain, Koran SI · Senin 18 Juli 2022 17:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 18 65 2631744 siswa-sman-1-jatiwangi-majalengka-tembus-fakultas-kedokteran-di-rusia-melalui-beasiswa-fCj0XpHU4Q.jpg Rendy Rizky Fahrezy, siswa SMAN 1 Jatiwangi Majalengka yang tembus Fakultas Kedokteran di Rusia/Inin Nastain

MAJALENGKA - Sifat optimistis Rendy Rizky Fahrezy, remaja warga Cinancang, Desa Burujul Kulon, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berbuah manis. Harapannya untuk menjadi dokter pun semakin terbuka lebar.

Diketahui, alumnus SMAN 1 Jatiwangi ini diterima di Fakultas Kedokteran tanpa harus dipusingkan dengan biaya pendidikan.

Rendy yang merupakan anak sulung dari pasangan suami istri Usep Saeful (almarhum) dan Betty Nurbaetty ini lolos seleksi sebagai penerima beasiswa.

Tak hanya itu, buah dari kerja keras yang dilakukan Rendy akan menjadi mahasiswa Kedokteran di sebuah kampus di Moskow, Rusia.

"Insyaallah berangkat akhir Agustus atau awal September. Masih menunggu Letter of Acceptance atau LoA untuk mengetahui jadwal berangkat," kata Rendy, mengawali perbincangan di kediamannya, Senin (18/7/2022).

Keberhasilan Rendy memiliki peluang kuliah di luar negeri, dengan status penerima beasiswa, diawali sejak dia baru masuk bangku SMA.

Saat itu, dia sudah menyimpan hasrat untuk bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi (PT), tetapi tanpa harus membebankan biaya kepada orang tua.

Dengan semangat itulah, Rendy sudah mulai rajin mencari informasi beasiswa. Seiring berjalannya waktu, tujuan Rendy untuk kuliah semakin mengerucut.

Fakultas Kedokteran, jadi sasaran Rendy saat selesai sekolah di tingkat SMA.

"Keyakinan untuk masuk fakultas Kedokteran semakin kuat, saat ayah meninggal dengan status positif Covid Juli 2021. Saya ingin jadi dokter, dan bisa melakukan banyak untuk menolong yang sakit," jelas dia.

Berbekal semangat yang menggebu, pencarian informasi beasiswa semakin ditingkatkan. Beberapa kampus di dalam negeri, didapat Rendy, menyediakan beasiswa. Namun, informasi itu gagal membuat dia kepincut.

"Memang ada beasiswa, tapi kan tidak full," jelas dia.

Tidak mau cepat menyerah. Rendy akhirnya melakukan pencarian informasi beasiswa di luar negeri.

Dari beberapa informasi yang didapat, muncullah beasiswa dari Rusia tersebut.

Setelah mempelajari ketentuan dan fasilitas yang akan didapat, Rendy memutuskan untuk mengambil peluang itu.

Dari hasil penelusurannya, beasiswa di kampus di Rusia itu mencakup semua jenjang, dari SI sampai S3.

"Daftar, akhirnya Alhamdulillah pada Januari 2022 dapat undangan di e-mail untuk tahapan selanjutnya, seperti wawancara secara Zoom. Maret, akhirnya dinyatakan lulus. Alhamdulillah," jelas dia berbinar.

Dalam proses pendaftaran, Rendy memilih 6 kampus. Dari enam kampus itu, dua di antaranya berada di Moskow.

"Nanti ke I.M Sechenov First Moscow State Medical University. Itu pilihan pertama," beber dia.

"Di sana, nanti beasiswa full, termasuk biaya hidup. Mohon doanya, semoga semuanya lancar, aamiin," jelas dia berbinar.

Dalam proses pencarian informasi, Rendy benar-benar menempuh jalan sunyi.

Bahkan, orang tuanya pun tidak mengetahui kerja keras yang dilakukan anaknya itu.

"Ngurus paspor, dan segalanya, ya sendiri aja. Karena waktu itu ayah kan baru meninggal, jadi Bunda masih shock. Saya nggak mau ganggu. Bunda baru dikasih tau saat saya dinyatakan lulus," beber dia.

Ucapan syukur terlontar dari sang Bunda, Betty Nurbaetty. Di tengah duka karena ditinggalkan suami tercinta, anak sulungnya memberi kado indah, lulus menerima beasiswa di kampus luar negeri, di fakultas Kedokteran.

"Alhamdulillah. Almarhum juga semasa hidup, selalu mengajarkan pentingnya pendidikan kepada anak-anaknya," beber dia.

Terkait keputusan Rendy yang memilih masuk Fakultas Kedokteran, Betty mengaku menyerahkan semuanya kepada sang anak.

"Biarkan memilih sendiri. Saya tidak pernah harus ke anu, harus ke anu. Yang penting, belajar yang baik. Alhamdulillah, mudah-mudahan berjalan lancar, dan Rendy sukses, berkah," beber dia.

Sementara, untuk biaya berangkat ke Rusia, Rendy mendapat bantuan dari KCD Pendidikan Jawa Barat wilayah IX sebesar sekitar Rp8 juta.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini