SURABAYA - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas inovasi Autonomous Electric Tram (AUTRAM) alias trem tanpa pengemudi bertenaga baterai sebagai moda transportasi masa depan.
Ciptaan ini berangkat dari keprihatinan mereka terhadap buruknya kualitas udara di Surabaya, trem tersebut pun diklaim mampu mengurangi emisi karbondioksida di Surabaya sebesar 31 ton per tahun.
Dikutip dari laman resmi ITS, Muhammad Ainul Yaqin, Ketua Tim Peneliti mengatakan, gagasan AUTRAM sebagai kendaraan yang menggunakan tenaga baterai ini terbilang masih baru.
Ditambah lagi dengan kelebihan baterai yang dapat dicas menggunakan pembangkit tenaga surya.
“Ide ini dapat terbilang baru, pemanfaatan energi terbarukannya juga cocok diterapkan di Surabaya,” ujarnya.
Mahasiswa yang kerap disapa Inung tersebut melanjutkan, untuk menjalankan trem ini dibutuhkan beberapa sensor.