Share

Universitas Brawijaya Terima Penghargaan dari Dikti Atas Prestasi Dosen dan Mahasiswa

Avirista Midaada, Okezone · Kamis 30 Juni 2022 07:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 30 65 2620757 universitas-brawijaya-terima-penghargaan-dari-dikti-atas-prestasi-dosen-dan-mahasiswa-7aJI3rH46c.jpg Universitas Brawijaya terima penghargaan dari Dikti/Dok. UB

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mencapai posisi tertinggi Indikator Kinerja Utama (IKU) tahun 2021 di Liga Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU).

Penghargaan ini diberikan oleh Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi, Riset, dan Teknologi kepada Sekretaris UB Setyono Yudo Tyasmoro.

Wakil Rektor Bidang Akademik Profesor Dr. Aulanni’am, drh, DES mengatakan, IKU bertujuan mendorong transformasi di bidang Pendidikan Tinggi, dan ada banyak kriteria yang dimiliki oleh UB sehingga bisa menempatkannya di posisi tertinggi.

"Kriteria-kriteria yang dimiliki itu berada pada delapan indikator utama, yaitu pertama rentang kualitas lulusan yang terlihat pada IKU1 dan IKU2," ucap Prof. Aul, sapaan akrabnya, pada Rabu (29/6/2022) melalui siaran pers yang diterima Okezone.com.

Indikator tersebut berkaitan dengan jumlah lulusan untuk mendapat pekerjaan layak.

Pada IKU2 kualitas lulusan bisa dilihat dari pengalaman mahasiswa mendapatkan pengetahuan diluar kampus, seperti magang proyek desa, melakukan penelitian bersama di tempat magang, berwirausaha dan pertukaran pelajar.

"Kriteria pada IKU 2 sudah banyak dicapai oleh UB, namun nilainya masih kecil. IKU3 dan IKU 4 berkaitan dengan kegiatan dosen di luar kampus, contohnya kegiatan dosen sebagai staf ahli di kementerian, dosen berkegiatan di luar kampus, dan dosen yang menjadi staf khusus di industri," terangnya.

Selain itu dosen Universitas Brawijaya juga didorong mencari pengalaman di industri atau berkegiatan di kampus lain.

Apalagi Universitas Brawijaya sudah memiliki program Dosen Berkarya (Dokar), yang menjadi acuan pengembangan dosen di UB.

"Bentuk kegiatan pada IKU 4 contohnya praktisi mengajar di kampus dalam program 3 in 1. Kita punya banyak praktisi yang mengajar di kampus. Ada sekitar 200 an di tahun 2021 lalu," katanya.

Profesor Aul menambahkan, IKU5 berkaitan dengan hasil kerja dosen yang digunakan masyarakat dan dapat di rekognisi internasional, contohnya produk-produk KID Diagnostik GAD65.

"Ada juga produk-produk lain yang dihasilkan oleh dosen , mendapatkan inkubasi oleh unit-unit di UB , yaitu pendampingan oleh dikelola BIIW ( Badan Inovasi Ikubasi Wirausaha ) dan dibantu oleh BUA ( Badan Usaha Akademik) untuk bisa dikerjasamakan dengan Industri akar terhilirisasi masyarakat," katanya.

Sementara pada IKU6, IKU 7, dan IKU 8 berkaitan dengan kualitas kurikulum, contohnya adalah program kerjasama kelas dunia dalam kurikulum magang dan lulusan.

Dirinya berharap, di tahun depan UB masih bisa meraih tiga besar untuk capaian IKU.

"Kita sudah punya modal terutama untuk kegiatan MBKM Semeru, yaitu merupakan MBKM mandiri mahasiswa menyelesaikan 20 SKS, punyak Kerjasama aktif dengan universitas kelas Dunia dan industri. Dan dari modal tersebut kita berharap tahun depan bisa berada di posisi tiga besar untuk capaian IKU Liga PTNBH," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini