Share

Menteri LHK Dikukuhkan Jadi Profesor Kehormatan Pertama dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Avirista Midaada, Okezone · Sabtu 25 Juni 2022 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 25 65 2618133 menteri-lhk-dikukuhkan-jadi-profesor-kehormatan-pertama-dari-fakultas-pertanian-universitas-brawijaya-FCAvCah0kP.jpeg Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar resmi dinobatkan sebagai profesor baru oleh Universitas Brawijaya/Avirista Midaada

MALANG - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar dinobatkan sebagai profesor baru oleh Universitas Brawijaya (UB).

Penobatan Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar sebagai profesor kehormatan bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam, dari Fakultas Pertanian (Faperta), pada Sabtu (25/6/2022).

Siti Nurbaya Bakar dikukuhkan sebagai profesor ke-30 di Fakultas Pertanian dan profesor aktif ke-167 di Universitas Brawijaya.

Siti Nurbaya Bakar juga menjadi Profesor kehormatan pertama yang dimiliki Fakultas Pertanian UB.

Pengukuhan Guru Besar kehormatan ini dihadiri Rektor Universitas Brawijaya, Pimpinan dan anggota Majelis Wali Amanah, Pimpinan dan anggota Senat Akademik Universitas, Pimpinan dan anggota Dewan Profesor, Pimpinan Fakultas, Lembaga dan Departemen UB.

Sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju yakni Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto, Menteri Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati, para tokoh pendidikan dan pemerintahan, perwakilan NGO, dan jajaran pejabat KLHK, serta perwakilan Pemerintah Daerah (Pemda).

Pada orasi ilmiahnya, Siti Nurbaya menyampaikan, kebaharuan (novelty) tentang Indonesia's Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan memberikan target pembangunan yan sangat fokus.

"Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah pembangunan sektor kehutanan, seluruh program kegiatan memiliki indikator dan satuan volume ukur yang sama, yaitu CO2e," kata Siti Nurbaya di Gedung Samantha Krida, Universitas Brawijaya.

Target kinerja sebelumnya menggunakan berbagai satuan, seperti hektar, meter persegi, ton, dan rupiah.

Indonesia's FOLU Net Sink 2030 juga mendorong kinerja sektor kehutanan menuju target pembangunan yang sama, yaitu tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton CO2e pada tahun 2030.

"Indonesia's FOLU Net Sink 2030 dilaksanakan melalui pendekatan terstruktur dan sistematis, dikembangkan dengan pendalaman hubungan kausalitas antar kebijakan menghadapi tantangan global pengendalian perubahan iklim, sehingga Indonesia dapat memberikan contoh kejujuran bahwa komitmen bukan hanya sekedar janji pledge, akan tetapi betul-betul bekerja dalam delivered commitment," paparnya.

Ada tiga pijakan dasar utama yang menjadi modalitas kerja Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 yaitu Sustainable Forest Management, Environmental Governance, dan Carbon Governance.

Semua langkah aksi telah dirancang secara rinci dan terintegrasi, agar dapat memberikan manfaat ganda berupa pengurangan terukur laju emisi, perbaikan dan peningkatan tutupan kanopi hutan dan lahan, perbaikan berbagai fungsi utama hutan seperti tata air, iklim mikro, ekosistem, konservasi keanekaragaman hayati; sekaligus sebagai sumbangan bagi kesejahteraan, kesetaraan dan kesehatan masyarakat serta tegaknya hukum.

"Implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 merupakan wujud nyata komitmen sektor kehutanan Indonesia, tidak hanya dalam skala nasional, namun juga kontribusi kepada dunia, kepada masyarakat global, serta sebagai legacy generasi saat ini kepada generasi yang akan datang," kata Siti Nurbaya.

Sementara itu Rektor Universitas Brawijaya Profesor Dr.Ir. Nuhfil Hanani AR, MS mengungkapkan bahwa pemberian gelar Profesor kehormatan dalam bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Alam, menjadi yang pertama di Fakultas Pertanian UB.

"Bidang ilmu ini sangat langka, tidak sampai jari lima di Indonesia. Selamat untuk Ibu Siti Nurbaya dan keluarga.

Karena untuk menjadi profesor kehormatan sangat luar biasa kriterianya. Apalagi UB sudah menuju universitas kelas dunia," kata Nuhfil.

Ia pun menambahkan saat ini di perguruan tinggi secara nasional dan global, sedang terjadi kompetisi yang luar biasa.

Maka tidak ada pilihan selain meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan penambahan Guru Besar.

"Saya menandatangani SK Guru Besar ini di sepertiga malam saat bertugas di Dubai. Semoga menjadi pertanda pengukuhan Profesor kehormatan pada Ibu Siti Nurbaya ini menambah berkah bagi ilmu pengetahuan, pengabdian pada Bangsa dan Negara," tukasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini