Karena itu, lulusan ponpes MQL juga diterima di Perguruan Tinggi Negeri, seperti Universitas
Syiah Kuala Aceh, UIN Banten, UIN Yogyakarta, dan Universitas Negeri Jakarta.
Bahkan, santri di sini juga ada yang melanjutkan di SMA 28 Jakarta melalui jalur penghafal alquran.
"Kami mengapresiasi semua lulusan santri di sini dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya," kata lulusan Universitas Islam Madinah Arab Saudi itu.
Menurut dia, tenaga pengajar untuk Tahfizh Qur'an melibatkan 10 ustaz dan ustazah, bahkan di antaranya pengabdian dari alumni.
Para santri itu mengaji selama 24 jam dan ditargetkan satu hari harus hafal ayat suci Al-Quran antara satu dan dua lembar halaman.
Menghafal alquran juga berjenjang mulai satu juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz hingga 30 juz.
"Kami setiap 17 Ramadhan melaksanakan khataman Al-Quran dan dalam kurun setahun juga ada yang hapal 30 juz, " katanya menjelaskan.
Untuk tenaga pengajar kesetaraan pendidikan non formal sebanyak 19 guru, di antaranya ada dari Kabupaten Lebak.