Share

Profil Mohammad Yamin, Pahlawan Nasional Perumus UUD 1945 dan Pancasila

Tika Vidya Utami, Litbang Okezone · Rabu 01 Juni 2022 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 31 624 2603170 profil-mohammad-yamin-pahlawan-nasional-perumus-uud-1945-dan-pancasila-M0F8qWqx8A.jpg Mohammad Yamin/Wikipedia

JAKARTA - Mohammad Yamin adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Pria kelahiran Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat, 24 Agustus 1903 ini memulai pendidikannya di Hollands Indlandsche School (HIS).

Setelah lulus dari HIS, Yamin melanjutkan ke sekolah guru di Bukittinggi kemudian ia merantau ke Pulau Jawa serta meneruskan pendidikan di Sekolah Pertanian dan Peternakan di Bogor pada 1923, namun tidak selesai.

Kemudian pada 1927, ia menyelesaikan pendidikan di Algemeene Middelbare School (AMS) Yogyakarta. Yamin melanjutkan pendidikannya dengan masuk Sekolah Hakim Tinggi di Jakarta, selesai pada 1932 dengan gelar Sarjana Hukum.

Karier politiknya dimulai ketika ia diangkat menjadi Ketua Jong Sumatera Bond pada 1926-1928.

Saat menjadi ketua Jong Sumatera Bond, Yamin memperlihatkan pemikiran yang matang dengan diterimanya usulan draf Sumpah Pemuda.

Saat Kongres Pemuda II yang dilaksanakan pada 28 Oktober 1928 ini, Yamin mengusulkan bahasa Indonesia dijadikan bahasa persatuan.

Hal tersebut pun tertuang dalam ikrar Sumpah Pemuda. Yamin juga pernah menjadi anggota Partindo dan Volksraad.

Selain itu, Yamin juga merupakan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) serta anggota Panitia Sembilan, di mana akhirnya berhasil merumuskan Piagam Jakarta.

Piagam Jakarta adalah cikal bakal dan menjadi dasar terbentuknya UUD 1945 dan Pancasila.

Tercatat, Yamin pernah diangkat sebagai anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Setelah Indonesia merdeka, Yamin menjabat beberapa posisi penting. Sebut saja, Menteri Kehakiman pada 1951, Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan pada 1952-1955, Ketua Panitia Pemilihan Umum pada 1955, Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara pada 1961-1962, Ketua Dewan Perancang Nasional pada 1962, Menteri Sosial pada 1959.

Selain itu, ia menjadi Wakil Menteri Pertama Bidang Khusus/Koordinator Khusus, Menteri Penerangan, dan Ketua Dewan Perencanaan Nasional dalam Kabinet Kerja III pada 1962-1963.

Pada 17 Oktober 1962, Yamin meninggal dunia di Jakarta dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Talawi, Sawahlunto, Sumatera Barat. Mohammad Yamin diberi gelar pahlawan nasional pada 1973 sesuai dengan SK Presiden RI No. 088/TK/1973. (bul)

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini