"Di Jerman, pendidikan vokasi tidak kalah bahkan lebih baik dari sains," kata Arief.
Unpad sendiri berupaya secara bertahap mengubah stigma pendidikan vokasi/terapan yang sudah berjalan sejak 2016.
Diharapkan, upaya ini mampu mengubah stigma pendidikan vokasi, sehingga pendidikan vokasi Unpad memiliki keketatan cukup kuat dan mampu setara dengan tingkat keketatan program sarjana.
Saat ini, tingkat keketatan pendidikan vokasi Unpad masih rendah 30 persen dibandingkan Sarjana Reguler.
Untuk itu, lanjut Prof. Arief, Unpad berkomitmen menjadikan pendidikan vokasi menjadi salah satu primadona.
Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pendidikan vokasi untuk menciptakan luaran pendidikan lebih baik.