Share

Pendidikan Vokasi Kerap Dianggap Sebelah Mata, Unpad: Kita Tidak Ciptakan Mesin Siap Kerja

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 24 Mei 2022 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 24 65 2599341 pendidikan-vokasi-kerap-dianggap-sebelah-mata-unpad-kita-tidak-ciptakan-mesin-siap-kerja-mc3LGMVkWr.jpg Ilustrasi/Freepik

BANDUNG - Pendidikan vokasi selayaknya tidak terjebak menjadi lembaga kursus yang mencetak lulusan siap kerja.

Namun, pendidikan vokasi tetap menjadi lembaga pengembangan jati diri sumber daya manusia (SDM) yang mampu menciptakan lulusan yang kreatif, berakhlak, dan berintegritas.

"Kita tidak menciptakan mesin siap kerja, tetapi kita tetap menciptakan manusia yang akan menjadi leader di dunia industri dan kerja dari sisi vokasional," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Profesor Arief S. Kartasasmita saat membuka Lokakarya Kurikulum Program Studi Vokasi di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, sebagaimana rilis Kanal Media Unpad.

Arief mengatakan, pendidikan vokasi di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Bahkan, mahasiswa vokasi masih ada kesan sebagai “warga negara kelas dua” dibandingkan mahasiswa sarjana sains.

Padahal, pendidikan vokasi memiliki tingkat kompetensi setara dengan pendidikan sains.

"Di Jerman, pendidikan vokasi tidak kalah bahkan lebih baik dari sains," kata Arief.

Unpad sendiri berupaya secara bertahap mengubah stigma pendidikan vokasi/terapan yang sudah berjalan sejak 2016.

Diharapkan, upaya ini mampu mengubah stigma pendidikan vokasi, sehingga pendidikan vokasi Unpad memiliki keketatan cukup kuat dan mampu setara dengan tingkat keketatan program sarjana.

Saat ini, tingkat keketatan pendidikan vokasi Unpad masih rendah 30 persen dibandingkan Sarjana Reguler.

Untuk itu, lanjut Prof. Arief, Unpad berkomitmen menjadikan pendidikan vokasi menjadi salah satu primadona.

Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan pendidikan vokasi untuk menciptakan luaran pendidikan lebih baik.

Arief menjelaskan, program studi vokasi di Unpad sudah cukup melakukan reformasi pendidikan vokasinya.

Reformasi tersebut diharapkan mampu mendorong prodi vokasi Unpad mengembangkan keilmuan sesuai dengan tren dan tantangan yang terjadi secara global.

Melalui lokakarya ini, Prof. Arief mendorong peserta mengembangkan kurikulum dan metodologi optimal yang mampu dicerna dan dijalankan mahasiswa.

Kurikulum pembelajaran yang baik diharapkan akan meningkatkan jumlah calon mahasiswa untuk masuk ke program vokasi Unpad.

"Cari kurikulum, metodologi, dan competitif advantage dari pendidikan vokasi di Unpad, sehingga orang akan melihat Unpad berbeda dengan vokasi lain, lebih baik, menyenangkan, dan bisa menghasilkan luaran yang lebih baik," kata Profesor Arief. Arif Budianto.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini