BANDUNG - Pendidikan vokasi selayaknya tidak terjebak menjadi lembaga kursus yang mencetak lulusan siap kerja.
Namun, pendidikan vokasi tetap menjadi lembaga pengembangan jati diri sumber daya manusia (SDM) yang mampu menciptakan lulusan yang kreatif, berakhlak, dan berintegritas.
"Kita tidak menciptakan mesin siap kerja, tetapi kita tetap menciptakan manusia yang akan menjadi leader di dunia industri dan kerja dari sisi vokasional," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Profesor Arief S. Kartasasmita saat membuka Lokakarya Kurikulum Program Studi Vokasi di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor, sebagaimana rilis Kanal Media Unpad.
Arief mengatakan, pendidikan vokasi di Indonesia masih dipandang sebelah mata. Bahkan, mahasiswa vokasi masih ada kesan sebagai “warga negara kelas dua” dibandingkan mahasiswa sarjana sains.
Padahal, pendidikan vokasi memiliki tingkat kompetensi setara dengan pendidikan sains.