Share

Jenis-jenis Sosialisasi dalam Kehidupan Sehari-hari dan Beserta Contohnya

Tim Okezone, Okezone · Rabu 18 Mei 2022 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 624 2596089 jenis-jenis-sosialisasi-dalam-kehidupan-sehari-hari-dan-beserta-contohnya-Re4eScpwij.jpg Jenis-jenis Sosialisasi dalam Hidup Sehari-hari dan Beserta Contohnya/Pixabay

JAKARTA - Berikut ini adalah jenis-jenis sosialiasi dan beserta contohnya.

Sosialisasi adalah suatu proses yang dilakukan secara terus menerus, bagaiana seorang individu dalam masyarakat memelajari dan menerima cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma sosial yang mengatur tingkah laku dalam bermasyarakat.

Sosialisasi dilakukan agar dapat diterima oleh suatu masyarakat tertentu. Secara umum, pengertian sosialisasi sangat beragam di bidang ilmu Sosiologi.

Mengutip laman Ilmu Geografi, menurut Charlotte Buhler, sosialisasi adalah proses yang membantu individu untuk belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup, dan berpikir dalam kelompoknya supaya seorang individu dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya.

Berdasarkan penjelasan di atas, jenis-jenis sosialisasi yang dapat dikadi dari media sosialisasi tersebut terbagi menjadi empat jenis sosialiasi.

Apa saja? Yuk, simak selengkapnya di sini!

1. Formal

Sosial ini melalui lembaga atau institusi yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat serta memiliki tugas khusus dalam mensosialisasikan peraturan, kebijakan, nilai, dan norma sosial.

Serta sejumlah peranan yang harus dipelajari oleh masyarakat.

Jenis sosialisasi formas bisa dilihat di sekolah, kantor kelurahan/kabupaten, dewan adat, dan lainnya.

Contoh lainnya; sosialisasi tentang bahaya narkoba dan terorisme dalam rapat RT, organisasi karang taruna, di sekolah: Sosialisasi tentang budaya keselamatan di jalan dalam seminar, rapat Muspid dan Muspika, dan lain-lain.

2. Informal

Sosial ini dapat dijumpai dalam pergaulan sehari-hari dan lebih bersifat kekeluargaan.

Misalnya arisan keluarga, rapat keluarga, dan lain sebagainya.

Contoh lainnya; sosialisasi budaya membuang sampah pada tempatnya, sosialisasi tidak merokok sembarang tempat, sosialisasi kerja bakti.

3. Sosialisasi Primer

Sosialiasi ini merupakan sosialisasi pertama yang dijalani oleh individu pada waktu kecil untuk belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga).

Individu yang melakukan sosialisasi primer ini berumur antara 1 hingga 5 tahun atau pada saat mereka belum mulai masuk sekolah.

Pad sosialisasi primer ini, peran orang tua dan saudara sangat berpengaruh besar dan penting dalam pembentukan kepribadian seorang anak.

Contoh lainnya; memperkenalkan anggota keluarga pada seorang bayi, mengajari bayi makan, buang air besar, dan berjalan, membiasakan seorang bayi berdoa sebelum melakukan apa pun, dan lain-lain.

4. Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi yang merupakan lanjutan dari sosialisasi primer ketika proses ini mulai memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu di suatu masyarakat.

Proses ini meliputi dua bentuk yaitu resosialisasi dan desosialisasi.

Para resosialisasi, seorang individu diberikan identitas diri yang baru dan pada desoalisasi, seorang individu akan mengalami peniadaan identitas diri yang lama.

Contoh lainnya; memperkenalkan seorang anak ke keluarga lain atau lingkungan sekitar, mengajarkan anak untuk berkenalan ke anak lain, melatih kemandiria dan keberanian anak dengan melepaskannya di lingkungan sekitar.

(bul)

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini