Share

Kuliah di Bandung, Mahasiswa dari Luar Daerah Diminta Buat SKTS

Arif Budianto, Koran SI · Selasa 10 Mei 2022 11:24 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 10 65 2591621 kuliah-di-bandung-mahasiswa-dari-luar-daerah-diminta-buat-skts-Y7ZxQQzsYO.jpg Banyak mahasiswa ITB berasal dari luar Bandung. (Foto: SINDOnews)

BANDUNG – Pasca libur Lebaran 2022, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung menggelar Operasi Simpatik di tiga pintu kedatangan, yaitu Terminal Leuwi Panjang, Stasiun Kiaracondong, dan Terminal Cicaheum. Operasi ini digelar dari 8-10 Mei 2022.

Operasi ini ditujukan bagi penduduk luar daerah yang datang ke Bandung, termasuk mahasiswa.

BACA JUGA: Mahasiswa ITB dan Unpad Bisa Kuliah Lintas Kampus pada 17 Agustus 2021

"Dari beberapa kegiatan operasi simpatik sebelumnya, sebagian besar penduduk pendatang pasca Idul Fitri ini untuk pekerjaan dan pendidikan," ujar Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Tatang Muhtar, Minggu (8/5/2022).

Untuk itu, Tatang mengimbau para pendatang yang akan tinggal dan tidak akan mengurus kepindahannya dari domisili asal ke Kota Bandung selama minimal enam bulan, harap membuat Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS).

SKTS merupakan surat keterangan yang diterbitkan untuk warga negara Indonesia sebagai pendatang sementara yang berniat menetap di daerah lain. Surat ini memiliki masa berlaku selama satu tahun dan dapat diperpanjang setiap tahunnya.

"Pembuatan SKTS ini dapat dilakukan melalui pendaftaran langsung ke kantor Disdukcapil Kota Bandung yang beralamat di Jalan Ambon No. 1B, ataupun secara online melalui e-mail loket.c.disdukcapilkotabdg@gmail.com," paparnya.

Untuk persyaratannya, Tatang menjelaskan, perlu adanya fotokopi KTP-el, fotokopi Kartu Keluarga (KK), pas foto, beserta dokumen pendukung lainnya (dari tempat bekerja, kampus, atau pengantar RT/RW di Kota Bandung).

BACA JUGA: Daftar Universitas yang Ada di Bandung, Yuk Disimak!

Peraturan ini sesuai dengan Permendagri Nomor 14 Tahun 2015 tentang Pedoman Pendataan Penduduk Non Permanen dan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

"Pendataan penduduk nonpermanen ini dilaksanakan paling sedikit 6 (enam) bulan sekali. Dengan adanya kegiatan pendataan ini, diharapkan jumlah masyarakat pendatang yang ada di setiap kecamatan di Kota Bandung dapat diketahui," imbuhnya.

Data ini kemudian akan menjadi dasar pertimbangan dan kebijakan terkait perencanaan fasilitas kota yang harus disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, seperti sarana air bersih, penyediaan TPS, dan lain sebagainya.

Selain pendataan penduduk pendatang, Disdukcapil Kota Bandung juga memberikan sosialisasi akan pentingnya dokumen kependudukan dan memberikan pelayanan perekaman KTP-el melalui mobil Mepeling bagi warga yang belum melakukan perekaman.

"Kegiatan pendataan penduduk pendatang ini tidak hanya dilakukan di pintu kedatangan Kota Bandung, tapi akan dilanjutkan pula ke lokasi Kecamatan Bojongloa Kidul dan seluruh kecamatan di wilayah Kota Bandung secara bertahap," tutur Tatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini