Jika suatu saat minyak langka, mereka bisa membuatnya untuk kebutuhan di rumah masing-masing. “Insya Allah kalau lagi susah minyak, kita bakalan bikin lagi,” ucapnya.
Hasil dari pembuatan minyak goren ini cukup banyak. Setiap sekolah bisa memproduksi 20 hingga 30 botol minyak kelapa ukuran 800 mililiter.
Upaya yang dilakukan KNPI Ssultra sangat tepat dalam mengusulkan gerakan membuat minyak goreng dengan melibatkan pemuda dalam mengatasi kelangkaan dan harga minyak goreng yang saat ini masih tinggi.
Gerakan membuat minyak goreng secara massal bagi siswa tidak hanya digelar Baubau, tapi di 17 kabupaten/kota dan diikuti pelajar SMA/SMK se-Sultra dengan target 12 ribu minyak kelapa.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik