SUDAH menjadi rahasia umum, jika menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran membutuhkan waktu studi yang panjang dan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari biaya masuk, hingga biaya untuk membeli peralatan-peralatannya.
(Baca juga: Daftar Jurusan Kuliah Terkait Ilmu Kesehatan, Bukan Cuma Kedokteran!)
Dalam salah satu unggahan video TikTok pada akun @sukanasipadang2, sang pemilik akun menceritakan tentang bagaimana cara meihat ‘kasta’ atau tipe-tipe mahasiswa pada jurusan Kedokteran. Ia bercerita, mungkin biasanya orang-orang di fakultas lain menilai ‘kasta’ seseorang dengan melihat mobil atau motor apa yang digunakannya, merek ponsel apa yang digunakannya, serta gaya berpakaiannya.
“Mungkin kalau di fakultas lain itu kasta seseorang tuh dilihat dari mobilnya atau motornya, atau bisa dilihat dari hp nya, atau fashionnya lah gitu lah ya,” ujar sang pemilik akun dalam videonya.
Namun berbeda dengan fakultas Kedokteran. Pada fakultas Kedokteran ini, terutama mahasiswa preklinik, dapat dilihat dari jenis stetoskop apa yang digunakannya.
“Tapi kalau di FK, apalagi mahasiswa preklinik tuh kalian bisa lihat dari jenis stetoskop yang dia pakai” kata sang pemilik akun.
Selanjutnya ia menyebutkan merek stetoskop apa saja yang biasanya dipakai oleh para mahasiswa fakultas Kedokteran, seperti:
1. Littman
Ia menjelaskan jika harga stetoskop ini bisa mencapai hingga jutaan rupiah. Jadi mahasiswa yang memakai stetoskop ini biasanya entah sejak kecil ingin menjadi dokter, atau sangat berkecukupan, atau memiliki kenalan orang tua dokter, sehingga stetoskop tersebut diturunkan kepada mereka.
“Yang pertama tuh Littman, karena harganya kan jutaan kan. Jadi yang pakai Littman itu biasanya anaknya dari kecil udah mau jadi dokter, atau berkecukupan banget, atau ada kenalan orang tua dokter, jadi kayak stetoskopnya itu diturunin gitu ke mereka,” ujarnya.
2. ABN/Onemed
Biasanya orang-orang yang membeli stetoskop ini, adalah orang-orang yang membeli sepaket. Jadi tidak hanya membeli stetoskop, melainkan membeli satu paket berupa stetoskop, tensimeter, termometer, dan lain sebagainya.
“Yang kedua itu ABN atau Onemed gitu. Nah si ABN atau Onemed ini biasanya tuh adalah orang-orang yang belinya itu sepaket gitu. Jadi mereka tuh gak beli Cuma stetoskop doang, tapi mereka beli yang udah jadi paketan. Jadi stetoskop, tensimeter, termometer, dan lain sebagainya,” ia melanjutkan.
3. GEA Medical
Menurutnya stetoskop ini merupakan stetoskop yang paling murah, karena harganya hanya Rp 60 ribu saja. Stetoskop ini jugalah yang terpilih untuk dibelinya.
“Terus kasta yang terakhir adalah kasta seperti saya ini, yaitu saya membeli yang paling murah, yaitu merek ini (GEA Medical). Aku tanya kan, ini merek paling murah kan mba, waktu itu. Terus mbanya bilang, iya paling murah, karena harganya Cuma Rp 60 ribu. Yes!” ujarnya di akhir video.
Unggahan tersebut pun mendapat berbagai macam komentar dari warganet, seperti:
“tim onemed kirannya paling murah” ujar akun @chococheesefav.
“Kuliah pake onemed sesuai kantong, kerja pake gea atau merek apa aja yang penting ada. Lebih ke fungsionalnya aja sekarang mah” komentar akun @puteripwd01.
“Kalau kami mahasiswa arsitektur dilihat dari penggarisnya” tulis akun @remajaberpikir.
(Fahmi Firdaus )
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik