JAKARTA – Ketersediaan sarana merupakan salah satu elemen penting dalam bidang pendidikan, termasuk juga pendidikan agama Islam. Sejalan dengan gerakan untuk melestarikan lingkungan, ketersediaan sarana pendidikan yang ramah lingkungan kini menjadi semakin dibutuhkan.
Berangkat dari ide ini, dari tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) merancang Rumah Tahfidz, sarana pendidikan agama Islam, yang ramah lingkungan.
BACA JUGA: Rumah Tahfidz Quran Terhalang Tembok Beton 1,5 Meter, Warga dan Santri Bikin Tangga
Tim yang terdiri dari enam dosen dan lima mahasiswa dari Departemen Arsitektur ini mengambil contoh lokasi desain di lahan seluas 195 meter persegi di Desa Sedayu RT 4 RW 17, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang.
“Inisiasi perencanaan ini juga turut menyertakan keinginan dari pemilik tanah wakaf untuk mendirikan Rumah Tahfidz berbeasiswa di desa tersebut,” terang Ketua Tim Fenty Ratna Indarti melalui siaran pers, Kamis (17/3/2022).
Fenty mengungkapkan, proses desain Rumah Tahfidz telah dilakukan pada Juli hingga November tahun lalu. Dari segi keilmuan arsitektur, Rumah Tahfidz yang selama ini ada di Indonesia memiliki akses yang kurang terhadap lingkungan luar. Hal ini mengakibatkan udara menjadi panas sesak di dalam akibat banyaknya penghuni.
BACA JUGA: ITS Jalin Kolaborasi dengan Universitas di Arab Saudi, Fokus di Bidang Sains
Merespon permasalahan tersebut, tim mengawali proses desain dengan melakukan analisa terhadap kebutuhan Rumah Tahfidz untuk mewadahi pengguna serta kegiatan yang akan dilakukan. Lalu dilanjutkan dengan analisis kondisi lingkungan untuk menggali potensi yang bisa digunakan dalam desain nantinya. “Melalui analisa site mendalam, akan diketahui sumber daya alam yang bisa dimaksimalkan untuk pembentukan arsitekturnya,” jelasnya.