Share

Kisruh SBM ITB Bakal Dibawa ke Jalur Hukum, Orangtua Mahasiswa Khawatir Masa Depan Pendidikan

Arif Budianto, Koran SI · Jum'at 11 Maret 2022 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 11 65 2560033 kisruh-sbm-itb-bakal-dibawa-ke-jalur-hukum-orangtua-mahasiswa-khawatir-masa-depan-pendidikan-XV1QLWg1Uj.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

BANDUNG - Forum Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) meminta agar Majelis Wali Amanat (MWA) ITB menyelesaikan kemelut pengelolaan SBM ITB. Mereka memberi waktu lima hari sebelum kasus tersebut dibawa ke tanah hukum.

Perwakilan Forum Orang Tua Siswa SBM ITB Ali Nurdin mengatakan, orang tua mahasiswa SBM ITB, gelisah dengan situasi yang terjadi di SBM ITB saat ini. Kebijakan Rektor ITB yang mencabut otonomi pengelolaan Pendidikan di SBM ITB tanpa melibatkan pihak SBM ITB dan MWA ITB, telah mengakibatkan gangguan terhadap layanan Pendidikan di SBM ITB. Akibatnya merugikan mahasiswa SBM ITB karena proses kegiatan perkuliahan menjadi terhenti.

"Kami sangat mengkhawatirkan masa depan pendidikan anak kami yang tidak mendapatkan kualitas pendidikan seperti janji-janji dan program yang diberikan saat pendaftaran, " jelas dia dalam keterangan resminya, Kamis 10 Maret 2022.

Sebelumnya, kata dia, telah dilangsungkan pertemuan antara orang tua mahasiswa SBM ITB dengan MWA ITB pada tanggal 22 Desember 2021 untuk membahas masa depan pendidikan mahasiswa SBM ITB. Dalam pertemuan tersebut, MWA ITB menjamin bahwa kualitas dan layanan pendidikan di SBM ITB tidak akan berubah akibat dari pencabutan otonomi pengelolaan pendidikan di SBM ITB.

MWA ITB juga menyatakan telah meminta kepada Rektor ITB untuk segera menyelesaikan kemelut di SBM ITB. Atas anjuran dari MWA ITB pada pertemuan tersebut juga, forum orang tua mahasiswa mengirim surat permohonan audiensi ke Rektor ITB guna mendapatkan penyelesaian atas permasalahan yang sedang terjadi. Tetapi, permintaan MWA ITB dan permohonan orang tua tidak digubris oleh Rektor ITB.

"Kami kecewa dengan sikap Rektor ITB yang tidak aspiratif terhadap orang tua mahasiswa serta stakeholders lainnya. Kami menilai kebijakan Rektor ITB mencabut otonomi pengelolaan pendidikan di SBM ITB tidak memenuhi Statuta ITB mengenai prinsip penyelenggaraan pendidikan tinggi yaitu transparansi, partisipatif, akuntabel, nirlaba, efisien dan efektif. Oleh karena itu, sesuai dengan Statuta ITB yang menugaskan MWA untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di ITB," tuturnya.

Mengingat permasalahan ini sudah berlangsung cukup lama, sehingga pihaknya sebagai orang tua mahasiswa dirugikan karena tetap harus membayar biaya kuliah yang cukup tinggi sementara mahasiswa tidak memperoleh mutu Pendidikan sesuai yang dijanjikan. Maka pihaknya berharap agar MWA ITB dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dalam waktu paling lama lima hari kerja.

"Apabila MWA ITB tidak berhasil menyelesaikan permasalahan yang ada di SBM ITB sehingga program belajar mengajar di SBM ITB tetap terganggu, maka dengan sangat terpaksa kami akan menempuh jalur hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, " jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini