MALANG - Pemberlakuan kembali pembelajaran jarak jauh (PJJ) mengganti pembelajaran tatap muka (PTM) di tengah lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia memiliki dampak pada psikologis anak.
Tercatat di Kota Malang sendiri sudah mulai menerapkan PJJ atau pembelajaran daring. Sedangkan di Kabupaten Malang, Bupati Malang Sanusi telah mengambil sikap kembali memberlakukan sekolah online di daerah dengan kasus Covid-19 tinggi.
Perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka kembali menjadi daring dinilai Psikolog Universitas Brawijaya (UB) Ari Pratiwi menimbulkan perasaan ketikdapastian kepada anak. Pasalnya perubahan ini memang fleksibel dan terkesan mendadak.
Baca juga: Disdik Kediri Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh Cegah Omicron
“Mereka kan termasuk baru memulai adaptasi dari rumah ke sekolah sekarang di rumah lagi. Tentu hal ini membuat anak anak akan merasa tidak pasti. Kita saja yang dewasa kadang merasa tidak pasti perasaannya tidak senang juga,” ucap Ari Pratiwi, kepada MNC Portal, pada Senin (14/2/2022).
Baca juga: Siswa di Tangsel Kembali Belajar Daring, Orang Tua Diminta Waspada Covid-19 di Rumah
Hal ini membuat Psikolog Ari Pratiwi memberikan empat tips yang dapat digunakan orang tua dan anak saat pemberlakuan sekolah online dapat berjalan dengan lancar.
Pertama, dikatakan Ari Pratiwi sikap fleksibel perlu di kedepankan orang tua kepada anak-anak karena adanya kebijakan peubahan PTM, yang bisa berubah setiap saat.