Share

Pimpinan MPR Dorong Evaluasi PTM: Pendidikan Harus Tetap Berjalan

Kiswondari, Sindonews · Senin 07 Februari 2022 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 07 624 2543286 -I8LoIQPiqH.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid mendukung langkah pemerintah untuk mengevaluasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di semua jenjang sekolah yang sejak awal tahun 2022 ini sudah berlangsung. Evaluasi penting dilakukan sebab untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron yang saat ini mewabah telah mengakibatkan munculnya gelombang 3.

“Demi kebaikan semua dan melindungi anak-anak sekolah maka sepakat perluya dievaluasi PTM,” kata Jazilul kepada wartawan, dikutip Senin (7/2/2022).

Jazilul menjelaskan, dalam evaluasi PTM, masing-masing daerah menerapkan standar yang tidak sama dan disesuaikan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), sehingga ada daerah yang menutup total, ada juga yang tetap menjalankan PTM dengan kapasitas 50%. Meski PTM dievaluasi, ia mendorong proses pendidikan tetap berjalan.

“Yang masih memberi kapasitas 50%, syukur, yang tutup total harus dilakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Gus Jazil ini juga mendorong pendidikan tetap berlangsung, baik dengan pengurangan kapasitas PTM di sekolah, maupun PJJ. Sebab pendidikan bagi anak-anak sangat penting. Sebagai generasi penerus bangsa, anak-anak perlu dibekali untuk menghadapi masa depan.

“Bila pendidikan terhenti maka akan bisa menyebabkan lost learning dan lost genaration. Ini yang kita khawatirkan,” ucap Jazilul.

Selama pandemi, kata dia, pemerintah pernah menerapkan PJJ. Meski masih ada kekurangan di sana-sini, cara yang demikian disebut sebagai solusi ketika masyarakat diminta tidak membuat kerumunan.

“Kita harus tetap mencari langkah untuk mengatasi batasan-batasan di masa pandemi,” ujar pria asal Pulau Bawean, Jawa Timur, itu.

“Nah, PJJ merupakan langkah yang tepat di tengah masa pembatasan untuk tetap bisa menyelenggarakan pendidikan,” imbuhnya.

Apalagi, Jazilul menambahkan, orangtua dan anak telah mempunyai pengalaman dengan PJJ. Dengan pengalaman yang ada, dirinya yakin orangtua dan anak tetap siap ketika PJJ diberlakukan kembali.

“Ayo kita tetap semangat dalam proses pendidikan,” pesannya.

Selain tetap mendukung proses pendidikan berlangsung, ia pum mendorong agar pemerintah terus memasifkan vaksin kepada anak-anak. Dengan vaksin akan membuat anak kebal dari Covid atau mengurangi tingkat keparahan bila terdampak.

“Vaksin kepada anak telah dilakukan, nah ini harus kita terus dorong untuk dimasifkan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini