Share

Keren! Limbah Ikan Disulap ITS Jadi Gelatin

Aan haryono, Koran SI · Rabu 26 Januari 2022 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 65 2537923 keren-limbah-ikan-disulap-its-jadi-gelatin-htTvc8Gr95.jpg Limbah ikan disulap jadi gelatin (Foto : MPI/ITS)

SURABAYA - Berkembangnya industri perikanan berimbas terhadap tingginya limbah yang dihasilkan. Limbah-libah tersebut pun diubah oleh Tim Kuliah Kerja Nyata dan Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjadi gelatin.

Dengan begitu, mereka mendirikan sebuah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi gelatin dari limbah perikanan.

Ketua KKN Abmas ITS Drs Lukman Atmaja MSi PhD menuturkan, limbah industri perikanan sebenarnya dapat diolah secara kimia menjadi gelatin yang memiliki nilai tambah ekonomi.

“Limbah yang dapat digunakan antara lain bisa berasal dari ikan tuna, ikan kakap, dan ikan laut lain yang cukup diambil tulang serta kulitnya saja,” kata Lukman, Selasa (25/1/2022).

Ia melanjutkan, air serta zat asam dan basa juga diperlukan dalam pembuatan gelatin tersebut. Dalam pengolahannya, diperlukan alat ekstraktor, oven, kulkas, pengukur keasaman, serta alat-alat pendukung seperti ember, timbangan, dan alat penyaring.

UKM yang baru kali pertama ini diberi nama Berlian Laut Pact dan berlokasi di Kabupaten Pacitan yang cukup banyak memiliki desa nelayan. Menurut Lukman, masyarakat Pacitan umumnya kerap menyulap limbah perikanan menjadi tepung ikan untuk pakan ternak. “Meski prosesnya sederhana, kekurangan produk ini adalah kandungan nutrisi yang tidak begitu besar dan harga yang kurang bersaing dengan pasar,” ungkapnya.

Baca Juga : ITS Jalin Kolaborasi dengan Universitas di Arab Saudi, Fokus di Bidang Sains

Sebelumnya, tim KKN Abmas ITS telah melakukan penggalian potensi sumber bahan baku dan sumber daya manusia (SDM) yang terkait dengan produksi gelatin ikan. “Saat itu kami melakukan studi literatur, kunjungan ke Kantor Dinas Perikanan Pacitan, dan meninjau lokasi produksi,” kata dosen Departemen Kimia ITS tersebut.

Selanjutnya, tim KKN Abmas ITS melakukan sosialisasi prosedur pembuatan gelatin, pengenalan cara kerja alat kepada para stakeholders UKM, serta dilakukan pula kunjungan ke beberapa alternatif lokasi produksi oleh tim. Selain itu, tim KKN Abmas ITS juga membuka konsultasi dan pendampingan daring untuk mempermudah proses produksi sekaligus pemasaran produk UKM yang berlokasi di Lingkungan Kebon, Ploso, Pacitan.

Kegiatan yang berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2021 ini diikuti oleh enam dosen yang terdiri dari Drs Lukman Atmaja MSi PhD, Prof Dr Didik Prasetyoko SSi MSc, Prof Dr Djoko Hartanto MSi, Dr Drs Eko Santoso MSi, dan Prof Setiyo Gunawan ST PhD. “Selain itu, 14 mahasiswa dari Departemen Biologi dan Kimia ITS juga turut bergabung dalam merampungkan kegiatan ini,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, Lukman mengaku mengalami sedikit kendala dikarenakan produksi gelatin ini mengharuskan masyarakat setempat terampil tentang proses kimia. Untuk itu, tim KKN Abmas ITS akan terus melakukan pembinaan walaupun periode pelaksanaan KKN telah berakhir. “Respon yang kami dapat dari masyarakat sekitar usai kegiatan konsultasi pun cukup baik,” imbuhnya.

Terakhir, Lukman berharap UKM ini dapat memberikan untung pada enam sampai delapan bulan setelah pendiriannya. Dengan begitu, UKM ini akan turun membantu penyediaan gelatin halal, khususnya di kawasan Jawa Timur. “Saya berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak, khususnya bagi masyarakat Pacitan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini